40 Sekolah Tingkat SMP di Inggris, Larang Murid Perempuan Pakai Rok

  • DRN
  • 04 Jul 2018, 13:23:59 WIB

London, Detakriaunews.com - Sebanyak 40 sekolah setingkat SMP di Inggris, dilaporkan melarang murid perempuannya untuk mengenakan rok. Salah satu sekolah yang menerapkan larangan itu, adalah Priory School di Lewes - Sussex Timur.

Kepala sekolah Tony Smith berkata, kebijakan tersebut diberlakukan karena dianggap netral gender dan mengakomodasi siswa transgender. Saat itu, siswa transgender itu menanyakan mengapa murid laki-laki dan perempuan harus mengenakan seragam sekolah yang berbeda.

"Meski kecil, namun jumlah murid transgender selalu bertambah. Jadi, seragam yang sama sangat penting bagi mereka," kata Smith pada September 2017.

SMP Copleston di Ipswich, memasukkan rok sebagai salah satu item yang dilarang selain penggunaan jins ketat dan tindik wajah. Sunday Times via The Independent memberitakan, semua murid di sekolah tersebut diharuskan mengenakan celana panjang berwarna abu-abu.

Sementara SMP Woodhey di Bury, rok dilarang karena dianggap "memalukan dan tidak bermartabat" ketika siswi duduk di lantai. Kebijakan itu mendapat kritikan dari kalangan feminis, yang menyebut seharusnya siswa mendapat pilihan bawahan apa yang bisa mereka kenakan. Salah satunya adalah mantan penasihat era Presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton sekaligus penulis, Naomi Wollf.

"Saya kira memaksakan harus memakai celana merupakan kebijakan konyol. Dengan memberi mereka pilihan, para siswa bisa menemukan kenyamanan mereka," tutur Wollf.

Kecaman juga datang dari murid di SMP Philips, Bury. Mereka menandatangani petisi, agar rok tetap diizinkan dipakai di tahun ajaran 2018-2019. Murid wanita di sana berujar, mereka lebih nyaman pakai rok. Mereka khawatir memakai celana panjang karena terpaksa bisa "merusak mental".

Selain itu, para orangtua murid juga menjelaskan, mereka tidak diajak berkonsultasi oleh pihak sekolah terkait kebijakan tersebut.

"Saya terkejut. Sebab, sekolah sama sekali tidak memberi penjelasan maupun mengajak kami berdiskusi," kata Diane Burdaky, salah satu orangtua murid. (Kompas.com)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia