5-10 Tahun ke Depan, Pekanbaru Wajib Punya LRT dan MRT

Pekanbaru, Detakriaunews.com – Terus bertambahnya volume kendaraan yang tidak diiringi dengan penambahan ruas jalan, membuat sejumlah jalanan di Kota Pekanbaru kini mengalami kemacetan yang cukup serius. Untuk mencegah kemacetan yang lebih parah, Waikota Pekanbaru mulai merancang moda transportasi massal berbasis teknologi seperti light rapid transit (LRT) dan mass rapid Transit (MRT) yang bisa dinikmati warga kota bertuah pada 5-10 tahun ke depan.

Meski tidak separah kemacetan di Jakarta, namun Walikota Pekanbaru mulai berpikir keras untuk merancang sebuah konsep pembangunan dan transportasi yang nyaman bagi warga. Salah satu ide yang kini mucul di benak Walikota Pekanbaru, yakni menyediakan transportasi kereta LRT dan MRT layaknya kota metropolitan lainnya di Indonesia.

Walikota Pekanbaru, Firdaus MT mengatakan, sebagai kota yang Smart City Madani maka armada angkutan umum di Pekanbaru nantinya juga harus berbasis kepada Smart Mobility. Dimana, 5-10 tahun ke depan warga kota bertuah sudah harus menikmati transportasi LRT dan MRT seperti warga Singapuran dan Malaysia saat ini.

“Kita bukan hanya berkiblat kepada Jakarta saja, tetapi kepada negara Singapura dan Malaysia. Saya menargetkan, 5 tahun ke depan Pekanbaru sudah wajib punya LRT dan MRT di tahun 2027 nanti karena itu salah satu tanda kota Smart City. Akses dari dan atau menuju Kota Pekanbaru harus terbuka lebar, baik melalui jalur darat, laut dan udara. Jika transportasi berkembang, maka akan banyak investor yang datang ke kita,” ungkap Firdaus kepada Detakriaunews.com, Senin (13/11) sore.

Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Sigit Yuwono mengungkapkan, sejulah ide cemerlang yang disampaikan Walikota patut untuk diapresiasi. Meski terkesan mustahil, namun ini harus mendapatkan dukungan dari semua pihak termasuk masyarakat dan wakil rakyat di DPRD Pekanbaru.

“Saya rasa ide yang disampaikan Walikota cukup bagus, salah satunya tentang perkembangan armada transportasi di Pekanbaru karena banyak ruas jalan yang mulai mengalami kemacetan terutama di saat jam sibuk. Sekarang ini kan jaman teknologi canggih, jadi sudah selayaknya kita megikuti perkembangan jaman salah satunya menghadirkan transportasi massal berbasis teknologi seperti LRT dan MRT. Kan Bus Trans Metro kita sudah punya, mudah-mudahan apa yang dicita-citakan oleh Walikota dapat tercapai,” ungkap Sigit.

Secara kasat mata, LRT tidak jauh berbeda dengan kereta perkotaan lainnya baik itu kereta rel listrik (KRL) Commuter Line ataupun mass rapid transit (MRT). Hanya saja, kapasitas LRT jauh lebih kecil dari MRT ataupun KRL karena LRT merupakan rangkaian dari 3 kereta sedangkan MRT merupakan rangkaian dari 6 kereta. BRB

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).