Abdul Kadir Prihatin, Nuansa Melayu Kurang Bergema di Bengkalis

Bengkalis, Detakriaunews.com – Masih kurangnya gema budaya Melayu di Kabupaten Bengkalis, ternyata menjadi perhatian serius Ketua DPRD Bengkalis - Abdul Kadir. Pasalnya, sebagai pusat pemerintahan, pendidikan dan budaya Melayu, Bengkalis dinilai masih jauh dari nuansa budaya dan adat istiadat Melayu.

Ketua DPRD Bengkalis, Abdul Kadir mengaku prihatin, karena hingga saat ini pengembangan budaya Melayu di Bengkalis belum berjalan maksimal. Salah satu contohnya adalah, kegiatan senam kebugaran tubuh yang selalu rutin digelar oleh jajaran Pemkab Bengkalis tidak menggunakan musik Melayu melainkan music disko barat, pop dan dangdut Indonesia.

“Kita melihat Bengkalis sebagai pusat pemerintahan Kabupaten, pusat pendidikan dan pusat budaya Melayu, namun masih belum terlihat jelas ciri khas melayunya. Kita lihat saja hotel-hotel yang ada di Bengkalis, mereka jarang memutar lagi melayu atau berpenampilan melayu bagi karyawannya. Melayu itu harus dikedepankan, bukan disingkirkan,” ungkap Abdul Kadir.

Lembaga Adat Melayu Riau (LAM Riau) Kabupaten Bengkalis, harus mengambil peran yang lebih agar nuansa melayu terasa di negeri Bengkalis. Dukungan dari pemerintah dan masyarakat juga sangat dibutuhkan, sehingga kebudayaan melayu tetap terjaga dan lestari. HER

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).