Akhirnya RTRW Riau Ketuk Palu Juga

  • DRN
  • 25 Sep 2017, 14:16:44 WIB

Pekanbaru, Detakriaunews.com - Setelah melawati jalan terjal dan berliku-liku, DPRD Riau akhirnya mengesahkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Riau, Senin  25 September 2017 di Gedung DPRD Riau. Dengan Disahkannya RTRW Riau yang selama ini mengundang polemik, pemerintah provinisi Riau sudah bisa memberi kepastian hukum kepada investor yang ingin berinvestasi di bumi lancing kuning. Hal itu terkait adanya kepastian tentang  peruntukan penggunaan lahan di Riau.

Sebelum ketuk palu siang hari ini, pengesahan RTRW Riau sudah tertunda dua kali tertunda akibat anggota dewan tidak mencapai kuorum. Namun pada jadwal ulang ketiga ini, sebanyak 50 wakil rakyat sepakat untuk ketok palu, setelah  Ketua pansus RTRW Riau 2017-2037 Suhardiman Ambi membacakan hasil kerjanya dihadapan peserta siding paripurna.

Dengan disahkannya RTRW Riau ini berarti langkah selanjutnya adalah tahap verifikasi di tingkat kementrian di pusat.

Yang pasti dengan RTW ini kegiatan  pembangunan yang tadinya tertunda karena belum adanya kepastian hukum bisa dilanjutkan kembali.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Men LHK), Siti Nurbaya Bakar, meradang dan berang ketika menerima informasi beredar di masyarakat Bumi Lancang Kuning terkait kelanjutan pembahasan Rancangan Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRW) Riau.

Berang dan emosinya Menteri Siti Nurbaya terlebih lagi terkesan adanya pembelokan informasi dengan menyebut akan ada langkah pemutihan kawasan melalui RTRW, pascarapat kabinet terbatas (Rataskab) Presiden bersama Gubernur Riau, pekan lalu.

"Tidak benar ada langkah-langkah pemutihan oleh KLHK untuk RTRWP Riau," tegas Menteri Siti dalam rilisnya yang diterima, Selasa, 6 Juni 2017.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal (Plt Dirjen) Planologi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Yuyu Rahayu, kaget saat ia didatangi malam-malam, Senin, 5 Juni 2017, pukul 20.15 WIB, oleh Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Ahmad Hijazi, Bappeda Riau, dan Panitia Khusus (Pansus) Lahan DPRD Riau. 

Kedatangan rombongan besar dipimpin Andi Rachman, sapaan Gubernur Riau, ini langsung ke Manggala Wanabhakti, gedung KLHK. Padahal, Yuyu menceritakan, Kamis, 8 Juni 2017, ketika itu ia bersama Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi, sempat menggelar rapat membahas usulan angka 497 ribu hektare yang diusulkan oleh Pemprov Riau untuk diputihkan status lahannya. 

Saat itu, kata Yuyu dalam rilisnya yang diterima, Pemprov Riau sudah langsung menggiring pembahasan pada proses mekanisme "pelepasan atau pemutihan" dan tetap meminta agar ada konsinyering.

 RTRW ini juga sangat dibutuhkan kalangan dunia usaha yang ingin berinvestasi di Riau.

Kepastian hukum menjadi lebih terjamin atas peruntukan penggunaan lahan dengan RTRW ini. (DRN)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia