Awas, Selatpanjang Terancam Tenggelam!

23 Mei 2017, 10:21:25 WIB

Detakriaunews.com - Daerah pesisir di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. menjadi salah satu daerah yang terkena abrasi cukup parah dalam beberapa tahun terakhir ini. Dari informasi yang didapat, sepanjang 76 kilometer daerah di Kabupaten Kepulauan Meranti terkena dampak parah abrasi. Beberapa rumah warga menjadi saksi bisu, bertapa ganasnya abrasi pantai yang terjadi  di desa Kedabu Rapat, Kecamatan Rangsang Pesisir.

"Abrasi didareah ini sudah sangat parah. kita sudah melihat langsung dilapangan dan kalau  tidak cepat ditangani, selatpanjang suatu saat akan tinggal nama saja," ujar pelaksana tugas kepala dinas perikanan dan kelautan Provinsi Riau Nafilson, senin (22/05)

Salah satu antisipasi yang dilakukan dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau yakni, dengan cara melakukan penanaman mangrove disepanjang garis pantai desa Kedabu Rapat, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Untuk Desa Kedabu Rapat sendiri. Dinas Perikanan Dan Kelautan Provinsi Riau berkerjasama dengan dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan meranti melakukan penanaman 14.800 bibit mangrov disepanjang kawasan pesisir.

"Mangrov ini sangat banyak sekali manfaatnya, selain berfungsi untuk menahan ombak, pohon Mangrov juga menjadi tempat hidup berbagai biota laut,"imbuhnya.

Nafilson menambahkan, pihaknya selalu melakukan pembinaan yang intensif dan menjalankan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya kelompok masyarakat yang ada di daerah pesisir tersebut. Mengingat minimnya mangrov didaerah tersebut, dikarenakan masyarakat sekitar terus menerus melakukan penebangan pohon Mangrov tanpa melihat efek yang ditimbulkan dikemudian hari.

"Kami fokuskan pembinaan kepada kelompok masyarakat karna ini cara yang sangat efisien dalam menjaga daerah pesisir. Kita harapkan ada kesadaran dari masyarakat untuk  bersama-sama menjaga daerah tempat tinggal mereka saat ini," paparnya.

Sementara itu Dosen Perikanan dan ilmu Kelautan Universitas Riau, Dr

Sofyan Siregar mengatakan, keterlibatan kalangan akademisi dalam memperbaiki ekosistem pesisir untuk mendorong pemanfaatan mangrov dari sisi ekologinya sangat diperlukan.

"Kita coba memberi pemahaman kepada masyarakat tentang teknik penanaman mangrov, dampak kerusakan akibat mangrov,dan lain

sebagainya,"tuturnya. (Dp)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

loading...