Badan Penghubung Langsung ke Kemendagri

  • DRN
  • 28 Jul 2015, 15:59:15 WIB

PEKANBARU, detakriaunews.com -  Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman belum menerima Surat Keputusan (SK) dari Mendagri terkait dengan empat Penjabat (Pj) kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada serentak tahun ini.

Untuk memastikannya, Plt Gubri meminta kepada Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau di Jakarta, Doni Aprialdi untuk mengecek langsung ke Kemendagri.

" Belum diterima. Kita coba Badan Penghubung ke Kemendagri untuk mempertanyakan itu," katanya, Selasa (28/7). 

Dikatakan,  berdasarkan ketentuan karena prinsipnya tidak boleh terjadi kekosongan kepala daerah, maka bisa saja nantinya diisi Pelaksana Harian (Plh) oleh Sekda untuk sementara. Namun Andi optimis, Pj diempat didaerah tidak ada masalah dan berjalan seperti diharapkan. 

Sebelumnya, meski juga mengaku belum menerima SK Pj bupati/walikota yang masa jabatannya akan segera berakhir pada Juli dan Agustus ini, namun dia sempat menyatakan bahwa secara lisan Mendagri Tjahjo Kumolo sudah setuju akan ada empat pejabat senior terdiri dari dua asisten dan dua dari staf ahli akan menjadi Pj bupati/walikota.

Sejumlah nama hingga saat ini sudah mulai disebut-sebut seperti pertama, Asisten I Bidang Administrasi Umum Edi Kusdarwanto menempati Pj Bupati Kepulauan Meranti. Kedua, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Ahmadsyah Harrofie menjadi Pj Bupati Bengkalis.

Ketiga, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, Kasiaruddin diprediksi menempati Pj Bupati Inhu serta keempat, Staf Ahli Bidang Pembangunan, Arlizman Agus disebut-sebut bakal menjadi Pj Walikota Dumai.

Hanya saja saat dikonfirmasi keempat nama tersebut Andi waktu itu hanya mengatakan lihat saja nanti. Menurutnya, tidak etis keempat nama tersebut disampaikan, sedangkan SK belum diterimanya. (Dr)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia