Bahas Rasionalisasi, Gubri : Cermatilah Mana yang Lebih Diprioritaskan

  • DRN
  • 11 Jul 2018, 13:15:42 WIB

Riau,Detakriaunews.com  -Setelah setengah tahun cuti, Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman kembali bertugas dan mengumpulkan seluruh Kepala OPD, Selasa (10/7) dalam rapat di Kantor Gubernur.

Seluruh pembahasan perihal anggaran dan program kegiatan dibahas bersama. Dalam pembahasan APBD perubahan 2018 dan APBD 2019, ia menginstruksikan kepada seluruh bawahannya agar realistis melakukan rasionalisasi.
     
Realisasi anggaran memang perlu dilakukan dalam APBD Provinsi Riau, mengingat besaran anggaran transfer dana bagi hasil pusat ke daerah terus mengalamai keterlambatan. Kemudian juga persoalan tingginya serapan anggaran tiap tahun selama tiga tahun terakhir mengakibatkan rendahnya sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) sehingga berdampak pada struktur pagu anggaran.  

“Rasionalisasi tentu kita harus realistis dengan kondisi yang ada. Jadi seluruh OPD untuk betul-betul melakukan pencermatan terhadap program-program yang diproritaskan. Dicermatilah mana yang lebih diprioritaskan,” paparnya.

Dijelaskan Gubernur, memang setelah sekian lama cuti, ia baru kali pertama mengumpulkan dan memimpin rapat ke OPD. Karenanya berbagai persoalan yang dibahas masalah pelaksanaan APBD 2018 baik itu dari sisi pendapatan maupun sisi belanja. Kemudian memang terobosan untuk ke depan mengenai sisi pendapatan juga diharapkannya perlu diseriuskan.

“Memang perlu intensifikasi atau ekstensifikasi. Misalnya UPT yang selama ini memberi kontribusi terhadap PAD perlu diawasi, ingat, transparan dan akuntabel. Ini dari sisi pendapatan,” pesannya.

Sementara itu Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappeda) Riau Rahmad Rahim ketika dikonfirmasi perihal rasionalisasi anggaran yang akan dilakukan. Apakah benar sampai menyentuh angka Rp2 triliun, Ia mengaku belum bisa memberikan penjelasan rinci.

“Belum sampai ke rasionalisasinya, sekarang masih pembahasan dan berupaya mengejar pendapatan dulu. Dari situ baru bisa diketahui angka rasionalisasi,” singkatnya.
Tuntas Pekan Ini

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau 2018 diketahui mengalami defisit. Untuk itu diperlukan sejumlah pemangkasan anggaran atau rasionalisasi. Sesuai jadwal, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) akan melakukan pembahasan mengenai anggaran apa saja yang akan dipangkas. Targetnya, pembahasan tersebut tuntas dalam pekan ini.  

 Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman, Selasa (10/7).

“TAPD dan Banggar akan menuntaskan pekan ini. Di situ nanti juga bisa diketahui pos anggaran mana saja yang akan kami pangkas. Ya itu mesti dilakukan,” ujar lelaki yang akrab di
sapa Dedet itu.
    
Sebagai gambaran, Dedet menyebut anggaran yang akan dipangkas berdasarkan tingkat kepentingan terhadap masyarakat luas. Seperti pembangunan infrastruktur dan kegiatan lain yang dianggap bersentuhan dengan masyarakat. Sedangkan untuk pemangkasan, pihaknya akan mengkaji mengenai anggaran perjalanan dinas yang selama ini dirasa cukup boros.
   
“Ya sekilas kami lihat memang anggaran belanja untuk pegawai cukup besar. Itu akan menjadi kajian bersama. Nantinya akan ada pembahasan juga bersama mitra kerja di OPD,” sebutnya.
   
Untuk meningkatkan efektivitas rasionalisasi, pihaknya berkeinginan untuk tidak mengurangi target pendapatan asli daerah (PAD). Meski sejumlah OPD kerap mengeluhkan dengan target yang cukup besar. (riaupos.co)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia