Bahas Science Techno Park, Kemenristek Dikti Gelar Workshop Internasional di Riau

  • DRN
  • 09 Agu 2018, 10:28:42 WIB

Pekanbaru, Detakriaunews.com - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengadakan workshop international bertajuk Science Techno Park, bertempat di Hotel Grand Central Pekanbaru, Kamis (09/08). Kegiatan ini, diikuti sekitar 80 orang peserta yang berasal dari perguruan tinggi, pelaku industri dan pemerintah. 

International Science Techno Park  Development Workshop ini, dibuka secara langsung oleh Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti - Patdono Suwignyo, dengan melakukan pemukulan gong sebanyak 3 kali.

Kemenristekdikti menghadirkan 4 orang narasumber internasional dari Australia, Thailand, Jepang dan Cina, untuk saling berbagai ilmu, informasi dan pengalaman tentang STP. 

Pada tahun ini, pemerintah telah mengembangan 100 kawasan Science Techno Park (STP) diseluruh Indonesia termasuk Riau. Hanya saja sangat disayangkan, program ini masih belum mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah daerah sehingga hanya sekitar 22 STP yang berkembang.

Pendirian STP bertujuan, untuk menciptakan lebih banyak perusahaan besar berbasis teknologi seperti di Swedia, Cina dan Iran yang sudah berada di level utama. Sedangkan di Indonesia, belum ada STP yang memiliki level utama karena baru sampai di level muda (tingkat 3).

Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti, Patdono Suwignyo mengatakan, pengembangan STP di Indonesia mengalami banyak persoalan seperti keterbatasan area, pajak yang terlalu besar, modal yang terbatas serta minimnya dukungan pemerintah daerah.

Untuk memecahkan permasalahan tersebut, maka dibutuhkan kerjasama antara pihak pemerintah dan pelaku usaha dan perguruan tinggi sehingga pengembangan STP bisa berjalan sesuai harapan.

"Dari 100 STP yang kita bangun, hanya 22 STP yang berkembang. Produk yang dihasilkan, kebanyak masih bergerak di bidang pangan dan peralatan pertanian. Mereka masih belum stabil, karena banyaknya permasalahan yang dihadapi. Dimana, poduk STP yang dihasilkan masih berskala UKM menengah ke bawah bukan berskala besar seperti STP luar negeri pada umumnya. Kita akan terus berusaha sekuat tenaga, untuk terus mencarikan investor dan membangun sinergitas dengan pemerintah demi pengembangan kawasan STP ke depan," ungkap Patdono Suwignyo kepada Detakriaunews.com, Kamis (09/08).

Melalui kesempatan ini, Kemenristek Dikti berharap agar para peserta workshop bisa menggali lebih banyak ilmu pengetahuan, keterampilan dan pengalaman untuk nantinya bisa mengembangkan kawasan STP di daerah masing-masing. Meski hanya membutuhkan waktu sekitar 5 tahun, namun pengembangan STP di Indonesia memiliki potensi yang membanggakan. BRB

 

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia