Berbobot 310 KG, Jarum Timbangan Pun Menyerah Tiga Kali Putaran

  • DRN
  • 07 Des 2017, 14:27:03 WIB
Detakriaunews.com - Karena kebiasaannya yang makan dan tidur tanpa banyak pergerakan seperti olahraga, berat tubuh seorang pemuda di Kabupaten Karawang, Jawa Barat jadi melesat. 


Adalah Yudi Hermanto (33), warga Desa Sirnabaya Kecamatan Telukjambe. Menurut penuturan ibunya, Siti Jaenah, kebiasaannya sehabis makan langsung tidur. Makanan sebanyak apapun yang disajikan langsung dihabiskan.

"Makan tidur, makan tidur. Begitu saja kalau di rumah," kata Siti Jaenah kepada Pasundan Ekspres (Jawa Pos Group) ketika ditemui di RSUD Karawang Ruang Pangkalan, Rabu (6/11/2017).

Menurut Siti, kenaikan signifikan berat badan anaknya terjadi sekitar setahun lalu, saat Yudi bekerja sebagai security di salah satu perusahan katering di Karawang. Awalnya, berat badannya hanya sekitar 135 kilogram. Namun karena sering memakan pemberian sisa katering dari sopir-sopir pengangkut makanan, berat badannya tidak terkontrol.

"Anak saya itu ketika kerja di perusahaan katering sebagai security kebanyakan makam. Karena memang suka makan, jadi setiap ada pemberian sisa makanan katering dia selalu habiskan," tuturnya.

Dampaknya, lanjut dia, lima bulan terakhir kondisi Yudi semakin parah akibat berat badan yang tidak terkontrol hingga Yudi susah bergerak. "Semua makanan dia sukai, kecuali sayuran dia tidak terlalu suka," tuturnya.

Parah-parahnya, Yudi dilarikan ke RSUD Karawang pada Senin (4/12) lalu karena kegemukan yang dideritanya. Bahkan, ketika ditimbang berat badannya di rumah sakit dengan timbangan jarum manual susah diketahui angkanya karena kelebihan bedan.

"Kata petugas rumah sakit sih berat badannya 310 kilogram, karena jarum timbangannya berputar 360 derajat tiga kali kemudian jarum menunjukan diangka 10 kilogram. Sedangkan tinggi badannya 168 centimeter," terangnya.

Setelah tiga hari mendapatkan penanganan medis di RSUD, kini Yudi terbaring di ruangan 199 Pangkalan dengan kondisi susah bergerak dan susah berjalan. Sehingga, slang pispot (urine) pun dipasang.

Yudi mengakui, dirinya sedang menjalani masa-masa sulit karena harus menjalani diet sesuai anjuran dokter. "Berat Kang, saya diet dan hanya memakan makanan yang disuguhkan rumah sakit dengan jadwal tertentu," ujar Yudi dengan nafas tersengal-sengal.

Diketahui, jangankan untuk bergerak, untuk bicara pun Yudi kesulitan, karena sulit mengatur pernafasan akibat perut yang besar. Sementara Kepala Sub Bagian Humas RSUD Karawang, Ruhimin menjelaskan, Yudi saat ini sudah mendapatkan penanganan medis selama dua hari dengan ditangani dokter spesialis penyakit dalam. Penanganan medis yang akan dilakukannya adalah mengeluarkan cairan di dalam lambungnya, karena belum diketahui secara pasti penyebab kegemukan tersebut.

Sedangkan, hasil pemeriksaan awal, mulai dari darah, kolesterol dan lainnya menunjukan indikasi tidak mencolok atau masih normal. "Hasil pemeriksaan darah, kolesterol yang kedua kalinya belum keluar dan kita masih menunggu," ujarnya.(rp)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia