Curhatan Buni Yani : Hidup Berantakan. Buzzer Tak Berhenti Meneror

29 Apr 2017, 10:49:41 WIB

Detakriaunews.com - Hidup Buni Yani sekarang berantakan. Dia tidak lagi jadi pengajar. Kehidupannya berubah setelah mengunggah video pidato Basuki T Purnama yang menyinggung Surah Al-Maidah di Pulau Pramuka. 


Buni Yani dijadikan tersangka oleh penyidik Polda Metro Jaya, Rabu 23 November 2016. Buni dianggap melanggar pasal 28 ayat 2 junto pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Saya diminta berhenti dari kampus. Sudah 6 bulan tidak bekerja. Penelitian saya di Belanda dihentikan, teror datang terus ke rumah saya," kata Buni saat gelar jumpa pers di Sofyan Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/4).

Buni merasa hidupnya kini tidak lagi tenang. "Saya tidak percaya hidup saya seperti ini. Buzzer enggak pernah berhenti meneror saya, memfitnah saya, bahkan sekarang sering ada mobil berhenti depan rumah membuat istri saya takut," ungkapnya.

"Saya merasa dizalimi. Saya diperlakukan sangat zalim. Saya pertama dilaporkan oleh Timsesnya pak gubernur ( Ahok). Kedua karena saya enggak terima masa seorang dosen dibilang menyebarkan kebencian. Berdasarkan itu saya laporkan atas pencemaran nama baik, namun tidak pernah diproses sampai sekarang," jelasnya.

Melihat Buni berada di titik terbawah kehidupannya, Organisasi Gerakan Ibu Nasional (GIN) merasa simpati sehingga memberi dukungan. Ketua GIN, Neno Warisman tergerak untuk mengumpulkan donasi.

"Kita munculkan perasaan kebenaran itu, tapi diungkapkan dengan dana sebesar Rp 23.350.000," kata Neno Warisman.

Menurut Neno, dukungan dalam bentuk uang diberikan karena Neno dan anggota GIN yang lain karena tidak bisa membantu lebih jauh untuk memperbaiki kehidupan seorang Buni Yani.

"Kita tidak bisa menyelesaikan hidupnya Pak Buni Yani yang tercemarut tak punya pekerjaan, kehilangan segalanya kita enggak bisa," ujarnya.

Donasi ini merupakan bentuk dari ketegasan GIN yang menentang ketidakadilan di masyarakat. "Ini sebagai bentuk ungkapan penegasan bahwa kita tidak menyetujui jika ketidakadilan ada di masyarakat," tandasnya.

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

loading...