Dijeda Usai Istirahat, Bupati Bengkalis Dicecar Pertanyaan Soal Proyek Dan Uang 1,9 M

  • DRN
  • 07 Jun 2018, 12:42:35 WIB

PEKANBARU, Detakriaunews.com - Bupati Bengkalis - Riau Amril Mukminin ke luar dari gedung utama Mako Brimobda Polda Riau, Kamis (7/6/2018) menjelang Dzuhur. Diketahui, dirinya turut diperiksa sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pemeriksaan yang berlangsung beberapa jam sejak Kamis pagi tadi, akhirnya dijeda menjelang Dzuhur. Tak lama, Bupati Bengkalis Amril Mukminin ke luar dari gedung menuju masjid yang berada dalam komplek Mako Brimobda Polda Riau, tempat KPK melakukan pemeriksaan.

 

Kepada wartawan, Bupati Bengkalis mengaku ditanyai sejumlah pertanyaan oleh penyidik. Pertanyaan itu seputar proyek hingga asal-usul uang Rp1,9 Miliar yang sempat disita KPK beberapa waktu lalu di Kabupaten Bengkalis.

 

"Pemeriksaan materi. Dimintai keterangannya, ada beberapa pertanyaan tadi," sebutnya sambil berjalan menuju masjid komplek Mako Brimobda Polda Riau, Kamis siang.

Amril tak menampik, jika KPK turut menanyakan perihal asal-usul uang Rp1,9 Miliar yang disita dari rumah dinasnya. "Itu ada tadi beberapa pertanyaan (Soal aliran dana yang diduga dari perusahaan, red)," sebut Amril Mukminin.

 

Selain itu, penyidik KPK juga menanyakan tentang proyek jalan di Rupat. "Ada tadi ditanyakan, saya nggak tahu, waktu itu saya jadi anggota dewan. Kita jelaskan saja," singkat dia.

 

Selain Amril Mukminin, pemeriksaan dalam status sebagai saksi juga dilakukan terhadap tiga orang dari Dinas PU Kabupaten Bengkalis. Ini dibenarkan Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis pagi tadi.

 

Febri juga mengatakan, KPK mengkonfirmasi terkait asal usul uang Rp1,9 Miliar yang ditemukan di rumah Bupati Bengkalis, sebelumnya. Setelah istirahat siang, pemeriksaan terhadap Amril Mukminin akan dilanjutkan kembali. 

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia