Gara-gara Tak Cocok Tarif Kencan, Dua Waria Babak Belur

  • DRN
  • 12 Feb 2018, 10:31:07 WIB

Detakriaunews.com - Dua waria di Samarinda, Firman (28) alias Anggi dan Herma alias Nana (30), babak belur dihajar massa pagi tadi. Keduanya, dihakimi massa usai diteriaki maling. Gara-garanya, hanya soal negosiasi tarif kencan Rp 100 ribu.

Peristiwa itu terjadi pukul 05.15 Wita. Beberapa menit sebelumnya, Firman yang hendak pulang ke rumahnya dijemput seorang pria hidung belang yang menumpangi mobil.

"Saya bilang Rp 100 ribu (tarif sekali kencan) tapi dia (pria calon pelanggannya) enggak punya uang. Ya saya turun dari mobil," kata Firman, ditemui merdeka.com di Mapolsekta Samarinda Ulu Jalan Ir H Juanda, Minggu (11/2).

Belakangan, meski pria itu minta dicarikan teman Firman yang lain. Tiba-tiba pula, pria itu naik pitam dan mengaku kehilangan dompet.

"Saya dipukuli cowok itu. Belum dicari kok sudah bilang hilang. Padahal kan dompetnya ada di bawah jok mobilnya," ujar Firman.

Merasa dianiaya, Firman lantas mencari temannya sesama waria, Herman (30) alias Nana. Nana yang belakangan tahu Firman dipukul pria itu, balik memukul pria tidak dikenal itu. "Saya pukul 2 kali. Kemudian dia pergi," kata Herman.

Firman dan Herman, masih nongkrong di kawasan simpang empat Voorvo Jalan Letjen Suprapto. Rupanya, pria itu kembali membawa teman-temannya dan kembali berteriak maling. "Langsung datang banyak orang-orang," ujar Herman.

Teriakan pria itu, memancing warga lainnya pagi itu. Akhirnya Anggi dan Nana babak belur dihajar massa. Beruntung, petugas Polsekta Samarinda Ulu melintas dan mengamankan kedua waria lalu dibawa ke Polsekta Samarinda Ulu.

"Kami siap saja dibawa ke kantor polisi. Padahal kami tidak maling dompet," kata dia.

Terpisah, Kapolsekta Samarinda Ulu, Kompol Raden Sigit Hutomo, mengatakan keduanya diamankan gara-gara awalnya keduanya diduga memeras calon pelanggannya.

"Ternyata awalnya soal transaksi harga tidak cocok," ungkap Sigit.

Sigit menerangkan, keduanya sementara diamankan di Polsekta Samarinda Ulu untuk menghindari amukan massa. "Kami lidik dulu, keduanya kami amankan dulu," terang Sigit.(merdeka.com)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia