Halangi Paripurna Istimewa Anies-Sandi, Ketua DRD DKI Dinilai Arogan

27 Okt 2017, 10:58:07 WIB

Detakiaunews.com - Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno terhalang melakukan pidato pertamanya di Sidang Paripurna Istimewa DPRD DKI Jakarta.

Jadwal terganggu dan terganjal karena Ketua DPRD, Prasetyo Edi Marsudi tidak kunjung memberikan waktu untuk mengelar sidang paripurna tersebut.

Ketua Pusat Studi Pembangunan Perkotaan, Rudy Darmawanto mengkritik Prasetyo tidak memberikan contoh sebagai seorang pemimpin, arogan, dan tidak berjiwa besar.

"Harusnya ketua DPRD dapat memberikan teladan sebagai anak bangsa. Untuk berjiwa besar dalam meningkatkan demokrasi bukan justru membuat cara yang tidak baik dan berperilaku norak, genit secara politik dan dapat dicurigai ataupun diduga. Sedang melakukan politik transaksional," kata Rudy kepada redaksi.

Ia juga mencatat sejumlah hal sejak dipimpin Prasetyo, DPRD mengalami degradasi politik yang begitu tajam, baik menyangkut anggaran yang dilaksanakan melalui Pergub, tanpa DPRD. Kemudian UPS dan reklamasi yang hingga sekarang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami soal keterlibatan beberapa pimpinan dewan dan masih banyak fungsi-fungsi DPRD yang mandul dan tak kunjung dibenahi.

"Belum lagi soal di luar DPRD antara lain permasalahan KONI DKI Jakarta jelas keinginan Ketua DPRD yang berkolaborasi dengan Kepala Disorda yang hendak membatalkan kepengurusan hasil Musorprov KONI DKI Jakarta di Whiz Kelapa Gading padahal kepengurusan mereka telah dilantik resmi oleh Ketua Umum KONI Pusat di Balaikota," paparnya.

Jelas Rudy, intervensi ini telah banyak mengorbankan sejumlah atlet, pelatih dan karyawan kelaparan karena hak mereka tak kunjung dicairkan. "Sesuatu yang zalim dan melanggar HAM akibat campur tangan Ketua DPRD, Kadisorda dan oknum yang mengatas-namakan forum cabor," kecamnya.

Di sisi lain, ia berharap dan mengimbau agar semua pihak dapat berjiwa besar, memberikan teladan yang baik.

"Jangan mumpung berkuasa kemudian bertindak semena-mena dan arogan. Perdebatan demokrasi di DKI Jakarta sudah usai dan sudah ada pemenangnya, beri kesempatan kepada Gubernur yang baru untuk menjalankan visi dan janjinya, jangan disandera atas sesuatu kepentingan sesaat, berjiwalah patriot dan mari kita tunjukkan sikap kenegarawanan kita," tandasnya.

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

loading...