Harga Kelapa Fluktuatif, Bupati Berharap IRT Dapat Beri Nilai Tambah Komoditas Kelapa

  • DRN
  • 09 Jul 2018, 14:48:26 WIB

TEMBILAHAN,Detakriaunews.com -Persoalan kelapa tidak pernah ada habisnya dibahas oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil, karena, 70 persen penduduk Inhil bergantung hidup dari perkebunan kelapa.

Anjloknya harga kelapa beberapa minggu yang lalu membuat Pemkab Inhil berpikir keras dan mencari solusi untuk menyelamatkan mata pencaharian sebagian besar warga Inhil tersebut.

Seperti salah satu solusi yang ditawarkan Bupati Inhil, HM Wardan, adalah pengembangan industri skala rumah tangga atau home industry.

Solusi tersebut, diutarakan Bupati karena minimnya diversifikasi produk turunan kelapa.

"Berbicara hilir sektor perkebunan kelapa Inhil, selain harga kelapa yang cenderung fluktuatif, terdapat juga beberapa masalah yang terjadi, yakni diversifikasi produk turunan kelapa yang masih kurang dan pemanfaatan hasil lain dari kelapa, seperti air kelapa, sabut dan tempurung yang belum optimal," ujar Bupati saat menggelar rapat dengan perusahaan pengolah kelapa, Rabu (4/7/2018) malam.

Dengan adanya industri rumah tangga, Bupati mengharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi komoditas kelapa dan meningkatkan pendapatan masyarakat. (GoRiau.com)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia