Harga Sawit Naik, Petani Di Kuansing Dilema Pupuk

  • DRN
  • 26 Mar 2018, 09:35:45 WIB
Detakriaunews.com - Harga sawit terus melonjak naik. Harganya lebih stabil. Sehingga masyarakat banyak memilih mengembangkan budi daya sawit ketimbang karet yang harganya terus turun.


Namun kini, sejumlah petani di Kuansing dihadapkan dengan sulitnya mencari pupuk subsidi untuk merawat kebun. Dengan harapan produksi sawit bisa bertambah, tentunya dengan perawatan yang maksimal.

“Kalau sawit tak dipupuk, pengaruhnya kepada produksi. Sebaliknya, kalau perawatan pupuknya cukup, insya Allah produksi juga bertambah,” kata Peri, seorang petani di Sukaraja Logas Tanah Darat, Sabtu (24/3).

Namun selama ini, Peri yang mengaku sebagai petani swadaya mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk dengan harga yang terjangkau. Jika ada peluang, ia tentu berharap mendapatkan bantuan pupuk subsidi.

“Pupuk subsidi, harganya kan jauh lebih murah. Karena kalau beli pupuk yang dijual di toko-toko sekarang ini, tentu mahal. Makanya, kami ingin adanya pupuk subsidi,” pintanya.

Sedangkan Sudi, petani sawit swadaya di Desa Perhentian Luas, LTD, juga memerlukan pupuk yang harganya terjangkau. “Sawit perlu pupuk, sekarang sudah musimnya. Ya, kalau bisa ada subsidi, kan harganya murah,” sebutnya.

Siapapun petani sawit, dipastikannya perlu pupuk. Karena akan berdampak terhadap hasil pro­duksi. “Buah sawit tidak akan keluar maksimal kalau tak dilakukan perawatan. Kami juga berharap, pupuk subsidi bisa didapat,” ujarnya.(rp)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia