Jadi Tersangka Korupsi, Pangeran Saudi Ditahan Di Hotel Mewah

07 Nov 2017, 11:00:29 WIB

Detakriaunews.com - Belum lama ini, Ritz-Carlton Hotel di Riyadh baru saja menjadi lokasi perhelatan para tokoh dunia. Saat ini, hotel mewah tersebut dikabarkan menjadi "ruang tahanan" para pangeran Arab Saudi terkait skandal korupsi.


Dilansir dari CNN Money, Selasa (7/11), setidaknya 17 pangeran Saudi dan pejabat pemerintah ditahan pada Sabtu lalu. Usai Raja Salman bin Abdul Aziz memerintahkan aksi bersih-bersih.

Meski pihak hotel belum memberikan pernyataan resminya, namun, tampak sejumlah aktivitas tak biasa di hotel bintang 5 tersebut. Situs pemesanan hotel menyatakan 492 kamar di hotel tersebut tidak bisa dipesan hingga akhir November.

Sementara, di media sosial, heboh beredar kabar melalui cuitan bahwa tamu yang tengah menginap dipaksa pergi lebih cepat akhir pekan lalu. Selain itu, jaringan komunikasi ke hotel tersebut diputus.

"Jaringan internet dan telepon hotel tengah diputus hingga pemberitahuan selanjutnya," tulis pengumuman pihak hotel dalam situsnya.

Seperti diketahui, dalam daftar yang tengah ditahan, terdapat nama Pangeran Alwaleed bin Talal. Seorang pebisnis kaya raya Arab Saudi.

Dengan fasilitas super mewah, Ritz-Carlton Riyadh pernah juga ditinggali oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Selain itu, 3.500 pemimpin bisnis dan pemerintahan termasuk bos HSBC Stuart Gulliver, kepala IMF Christine Lagarde, dan CEO Softbank Masayoshi Son pernah menginap di sana.(merdeka)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

loading...