Jawaban Bupati Irwan Nasir Di Persidangan Dugaan Korupsi Dana Hibah Bikin Hakim Marah

31 Jan 2017, 11:16:00 WIB

Detakriaunews.com -  Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir mendatangi Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Senin (30/1). Dengan menggunakan baju batik, kedatangan Ketua DPW Riau Partai Amanat Nasional (PAN) itu, untuk bersaksi dalam dugaan korupsi penyaluran dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kepada Yayasan Meranti Bangkit (YMB) pada tahun 2011.

 Bupati 2 periode ini menjadi saksi bersama 2 orang anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Hafizah dan Fauzan Rahman. Dalam kesaksian Irwan Nasir menjelaskan, awalnya dirinya didatangi terdakwa YU, lembaga Adat, H Kazir dan tokoh masyarakat, Almarhum Sukirman.

 Mereka saat itu meminta dukungan untuk mendirikan universitas di Kabupaten Meranti. Dukungan kongkritnya berupa anggaran dana, tutur Irwan di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh Marsudin Nainggolan SH MH.

 Lebih lanjut, saat ditanya hakim ketua terkait aset yang dimiliki YMB, Irwan Nasir mengaku tidak tahu. Saya tidak tahu aset YMB yang mulia, ucap Irwan.

 Irwan pun mengakui, dirinya belum pernah melakukan peninjauan terhadap bangunan yang disewa YMB untuk dijadikan universitas di Kabupaten Kepulauan Meranti. Ia juga mengaku tidak pernah diundang dalam rapat. Tetapi dirinya menerima laporan hasil rapat dari terdakwa YU, H Kazir dan Almarhum Sukirman.

 Secara pribadi, belum pernah saya melakukan peninjauan ke bangunan untuk dijadikan universitas itu. Rapat juga tidak pernah diundang. Tetapi saya terima laporannya, tuturnya.

 Dalam persidangan itu juga, Irwan mengatakan, pihaknya ada membentuk tim verifikasi untuk proses pencairan dana hibah untuk YMB. Terkait dengan jumlah dana yang dicairkan, hal itu didapatkan dari hasil kerja tim verifikasi. Namun ia menolak bahwa dirinya yang mendisposisikan dana tersebut.

 Kalau dana yang diajukan itu besar. Tidak mungkin langsung kami sanggupi. Makanya itu dibentuk tim verifikasi. Jadi jumlah Rp1,2 miliar itu dari hasil tim verifikasi. Tetapi bukan saya yang mendisposisikan dana tersebut, terangnya.

 Mendengar keterangan orang nomor 1 di Kabupaten Kepulauan Meranti itu, hakim ketua mengingatkan Irwan Nasir untuk lebih selektif dalam memberikan bantuan.

 Kedepannya, anda selaku Bupati, harus lebih selektif lagi dalam memberikan bantuan kepada yayasan-yayasan. Kalau tidak selektif, ya seperti inilah jadinya. Ngomongnya lebih banyak tidak pernah dan tidak tahu, kesal Marsudin.

 Sama halnya dengan saksi Hafizah dan Fauzan Surahman. Hafizah yang merupakan mantan Ketua DPRD yang saat ini menjadi anggota DPRD dan mantan anggota DPRD, Fauzan Surahman, mengaku banyak tidak tahunya terkait namanya yang ada didalam struktur kepengurusan YMB.

 Tidak tahu yang mulia. Awalnya KTP kami diminta sama H Kazir untuk dimasukkan kedalam kepengurusan YMB. Selanjutnya kami tidak tahu. SK pun tidak ada kami terima, ucap Hafizah dan Fauzan.

 Mendengar keterangan wakil rakyat itu, hakim ketua tampak emosi, dan tidak percaya bahwa kedua saksi yang menjadi legislatif kala itu tidak tahu menahu.

 Semuanya tidak tahu. Masa kalian tidak tahu. Sampai tokoh-tokoh masyarakat tidak tahu ada pembangunan universitas, itu suatu kebohongan. Masa ketua dewan, anggota dewan tidak tahu menahu. Wakil rakyat biasanya gaungnya menggema besar. Ini malah tidak tahu sama sekali, kesal Marsudin.

 Dalam persidangan itu, terdakwa yang hadir hanya terdakwa H Nd. Hal tersebut dikarenakan, terdakwa YU sedang dibantarkan. Dibantarkannya YU, karena terdakwa sedang sakit gula yang cukup serius.

 Dalam perkara ini, terdakwa YU, selaku Dewan Pembina Yayasan Meranti Bangkit, dan terdakwa H Nd, selaku Ketua Yayasan Meranti Bangkit.

 Untuk diketahui, pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun 2011, mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,2 miliar kepada Yayasan Meranti Bangkit. Dalam perjalanannya, pihak kejaksaan mencium telah terjadi dugaan korupsi. Oleh kejaksaan, diduga terdapat kerugian negara sekiar kurang lebih Rp300 juta.

 Penetapan kedua orang ini sebagai tersangka, sudah sejak bulan Oktober tahun lalu. Dari penyidikan, ditemukan alat bukti aliran dana kepada YU, setelah ikut mencairkan anggaran hibah tersebut langsung di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab).(Pku.MX)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

loading...