Kasihan, Anak Ini Menderita Kelainan Genetik Langka Yang Membuat Jari Tangan Dan Kaki Menyatu

  • DRN
  • 10 Mar 2018, 11:18:54 WIB

 

Detakriaunews.com - Sungguh malang nasib Mannu Kumar, seorang anak laki-laki berusia dua belas tahun di India.

Ia menderita kelainan genetik langka yang membuat jari tangan dan kaki menyatu serta bentuk mata yang turun ke bawah.

Bola mata Mannu Kamar juga agak menonjol keluar.

Untuk makan saja, bocah asal Jharkhand, India, itu harus disuapi oleh ibunya. Ia juga tidak bisa memakai sepatu atau sandal.

Namun yang menyedihkan, dia diperlakukan tidak layak oleh komunitas lokalnya.

Mannu menderita kondisi genetik langka yang dikenal sebagai Syndactyly. Hanya satu dari satu juta orang yang terpengaruh oleh kondisi tersebut.

Orang tuanya Rani Devi, ibu rumah tangga, dan Anand Kumar pemilik toko kelontong, telah diberitahu bahwa kondisi anak mereka sekarang dalam stadium lanjut.

Pengobatan akan memakan biaya satu juta Rupee. Untuk memulai pengobatan saja mereka harus menyediakan lebih dari setengah juta Rupee.

Keluarga tersebut, yang memperoleh penghasilan sebesar £ 1.330 (120.000 rupee) sebulan, telah menyiapkan halaman Crowdfunding dengan harapan mengumpulkan uang untuk perawatan Mannu.

Rani Devi sangat sedih dengan kondisi anaknya. Terutama saat memikirkan perlakuan orang lain serta masa depan Mannu.

Ia mengatakan selain ada yang bersimpati, banyak yang memperlakukan dengan tidak baik.

Anaknya diperlakukan seperti kasta rendah di lingkungannya, dan harus pindah sekolah karena kerap diintimidasi.

Anak-anak lain ketakutan saat melihat dan tidak mau bermain bersama.

Setiap ke tempat umum atau naik angkutan kota, orang-orang akan memperhatikan.

Bahkan ada yang bertanya macam-macam dan menyakitkan hati.

"Ini kutukan Tuhan bahwa anak saya lahir seperti ini dan saya khawatir tentang masa depannya," keluh sang ibu.

Menurut Rani Devi, kondisi mata anaknya baik-baik saja saat lahir.

Tapi adik perempuannya menusuk sesuatu pada mata Mannu saat dia sedang bermain.

"Akibatnya, matanya sebagian menjorok keluar dari rongganya. Dia kemudian menekan mereka kembali ke posisi semula. Sekarang, matanya muncul jika dia terluka saat bermain atau ketika wajahnya diolesi sabun saat mandi," tuturnya.

Kini Rani Devi dan suami berusaha keras mengumpulkan uang untuk perawatan dan memberinya kehidupan yang lebih baik. (Tribunpekanbaru)




Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia