Kecam Kebijakan Trump, Jokowi : PBB Harus Bersikap

  • DRN
  • 07 Des 2017, 14:25:25 WIB
Detakriaunews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam keras keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Jokowi meminta agar Trump mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.


"Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi dewan keamanan dan majelis umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang AS menjadi anggota tetapnya," tegas Jokowi saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/12).

Jokowi berpandangan, keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia. Mantan Wali Kota Solo ini menegaskan, pemerintah dan rakyat Indonesia konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

"Saya dan rakyat Indonesia, kita semuanya tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah UUD 1945," tegasnya.

Jokowi memerintahkan kepada Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi untuk memanggil Duta Besar AS untuk RI, Joseph R Donovan Jr. Menlu harus menyampaikan pernyataan sikap ini kepada pemerintah AS.

"Saya telah memerintahkan Menlu untuk memanggil Dubes AS untuk langsung menyampaikan sikap pemerintah Indonesia," ujarnya.

Dalam beberapa hari terakhir ini, lanjut Jokowi, pemerintah terus berkomunikasi dengan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Pemerintah mendorong negara-negara tersebut untuk segera mengambil sikap atas keputusan Trump.

"Pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara OKI agar segera mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak ini pada kesempatan pertama. Dan meminta PBB untuk segera bersidang dan menyikapi pengakuan sepihak AS," pungkasnya.

Perlu diketahui, Donald Trump sudah mengakui secara resmi bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Israel. Trump menjelaskan, pemindahan Kedutaan Besar AS akan segera berproses.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam pidato resmi di Gedung Putih, Washington DC, pada Rabu (6/12) siang waktu AS, atau Kamis (7/12) dini hari waktu Indonesia. Dalam pidatonya, Trump juga mengatakan pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem sebagai penerapan Undang-Undang Kedutaan Yerusalem yang disepakati Kongres AS tahun 1995 lalu.

Dia juga menyebut, Presiden AS sebelumnya sudah gagal menerapkan Undang-Undang itu. Pengakuan Yerusalem ini diklaim sebagai pendekatan baru dalam menghadapi konflik Israel-Palestina yang tidak berkesudahan.(merdeka)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia