Kisah Anak Tukang Urut Tradisional di Pekanbaru Lolos Bintara Polisi

  • DRN
  • 08 Agu 2018, 13:30:58 WIB

PEKANBARU,Detakriaunews.com  - Syambasri, tukang urut tradisional di Pekanbaru ini Selasa (7/8/2018) siang sedang beristirahat di rumahnya, jalan Todak ujung, Gg. Paris, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai.

Siang itu pria paruhbaya tuna netra ini sedang tidak ada panggilan untuk mengurut pasien. Ia biasanya menerima panggilan pijat atau pun melayani pasiennya di rumah yang ditinggalinya bersama enam orang anaknya.

Pak Syambasri tinggal di rumah pribadi miliknya yang dibangun berbentuk seperti rumah petak kontrakan. Rumah ini dibangunnya sejak remaja.

Kala itu ia membeli tanah dari pamannya. Di atas tanah inilah ia kemudian membangun rumah. Di dalam rumah ini terdapat satu kamar dan dapur serta satu kamar mandi. Ruang tamu biasanya digunakan sekaligus sebagai tempat prakteknya.

Rumah petak paling ujung ini ditempatnya, sementara rumah yang di tengah dihuni oleh adik perempuannya. Sisa rumah petak satu lagi berfungai menjadi rumah kontrakan.

"Silakan masuk," ujarnya menyambut Tribun sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman.

Syambasri beberapa hari belakangan merasa sangat berbahagia. Putra ke empatnya, Muhammad Abdul Dannil diterima lulus sebagai calon siswa (casis) Bintara Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru.

Ia tidak menyangka anaknya itu lulus masuk sekolah Bintara polisi tanpa mengeluarkan uang sepeser pun untuk biaya sogokan. Ia pun bercerita mengenai perjuangan sang anak sehingga berhasil menggapai cita-cita nya itu.

Syambasri menuturkan jika anaknya sudah dua kali gagal dalam proses seleksi penerimaan Casis Bintara Polri. Dua kali gagal, tidak lantas membuat Dannil patah arang. Ia kembali berusaha keras mengikuti proses seleksi untuk yang ketiga kalinya tahun ini.

"Dia lulus murni, tidak ada bekingan. Siap salat subuh lari joging, sore juga gitu joging. Latihan berenang. Ya baguslah. Ayah mendukung. Berjuang sendiri. Alhamdulillah dapat (lulus)," sebutnya.

Pengalaman sedih juga dirasakan Syambasri tatkala anaknya mengikuti tes untuk yang kedua kalinya. Kala itu, ibunda Dannil, meninggal dunia. Di tes kedua kalinya ini, Dannil tidak berhasil lulus.

"Waktu tes kemarin orang tuanya (ibu) ketika belimau (menjelang puasa,red) meninggal ibunya. Dannil ini enam beradik kakak, dia nomor empat," tutur Syam kepada Tribun di ruang tamu rumah sederhana beton tanpa cat tersebut.

Syambasri pun berkisah tentang kehidupannya bersama Dannil. Putranya ini tidak pernah mengeluh, berhati baja dan santun kepada orang tuanya. Dannil sehari-hari juga turut membantu mengantarkan ayahnya berangkat untuk mengurut pasien.

Biasanya Dannil akan mengantarkan ayahnya jika pasien tidak menjemput. Keduanya juga pernah mengamen bersama saat pasien sepi.

"Kerja saya sehari-hari meurut (pijat). Kadang dijemput orang, itulah kami. Pernah ngamen bersama Dannil. Kalau urut kadang datang kadang tidak," ujarnya sendu.

Citata-cita Dannil yang keras ingin menjadi Polisi dan sempat dua kali gagal lukus seleksi membuat upaya dan kerja kerasnya mulai diragukan orang. Masyarakat, keluarga mulai pesimis, karena beranggapan ketidaklulusan Dannil karena tidak menyetorkan sejumlah uang atau pun tidak menggunakan bekingan.

"Kadang ada yang sebut (mengatakan,red) dak pakai uang mana pula jebol. Ada juga yang mengatakan. Orang banyak tidak tahu siapa itu, hanya kadang dengar ngomong gitu saja. Saya diam saja, biarlah, berjuanglah terus, saya bilang ke dia (Dannil,red). Cita-cita daniel keras ingin jadi polisi, solat berdoa terus. Alhamdulillah. Kami nangis, mudah-mudahan bisa membimbing orang tua (nantinya)," ulas Syambasri.

Penghasilan Syambasri dari urut dan mengamen tidak menentu, ia biasa menerima Rp 20 ribu, kadang pasien memberikan lebih sampai Rp 50 ribu.

"Kadang banyak ada dua orang, kadang tidak ada. Kalau urut saya kadang dikasih Rp 30 ribu, kadang dikasih Rp 50 ribu, (bahkan) ada lebih. Kadang ndak ada, jadi maklumlah," sebutnya.

Dengan lulusnya Dannil, Syambasri berharap anaknya terebut dapat membantu keluarganya kelak. "Bisa bantu adik-adik nya juga nanti. Bisa membimbing orangtuanya," pesannya berharap.

Sering Mengajar Anak Sekitar Rumah

Dannil di lingkungan rumahnya tinggal ternyata sangat dikenal oleh masyarakat, terutama bagi anak-anak dan remaja. Ia biasa membantu anak-anak tetangganya belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah.

Mulai dari anak-anak yang masih sekolah SD, hingga remaja SMA sederajat. Alumnus SMKN 2 Pekanbaru ini dikenal pintar sedari kecil. Ia tak jarang menjadi langganan juara kelas.

Kecerdasannya ini lantas dipergunakannya untuk membantu tetangga sekitar rumah dengan menggelar belajar kelompok. Tante Dannil yang juga tetangganya mengisahkan itu saat berbincang denga Tribun.

"Dia sering bantu anak-anak belajar di rumah ni. Dari anak-anak SD sampai SMA pun suka belajar di rumahnya. Kadang sampai bantu buatkan PR," ujar Suhartini.

Suhartini mengisahkan jika keponakannya itu gigih dan pintar. Ia juga tidak gampang menyerah. Terbukti dua kali gagal lulus seleksi Sekolah Bintara Polisi, ia kembali mencoba ketiga kalinya, dan lulus.

"Orangnya memang usaha keras, tekatnya kuat," lanjutnya.

Keterangan ini diperkuat oleh Leni yang juga tentenya. Leni menyebutkan jika Dannil tidak gengsian layaknya remaja usia dia. Dannil sering menemani ayahnya mengamen.

"Tidak ada gengsi. Pergi sama ayahnya pulang pergi ngamen," sebutnya.

Leni juga menilai sang keponakan sebagai orang yang iklas, dan tidak mau ambil pusing dalam berupaya dan berusaha mencapai tujuan.

"Waktu tidak lulus dia cerita ke kami, gagal itu belum rezeki kita nte, niat kita tulus katanya," kenang Leni.

"Ternyata sekarang dia lulus di seleksi ketiga ini," katanya.

Dannil menjadi satu dari 178 orang Casis yang dinyatakan lulus untuk mengikuti pendidikan Brigadir Polisi di SPN Pekanbaru tahun ini. Ia akan menjalani masa pendidikan selama tujuh bulan di SPN sementara di Asrama Haji, Rumbai, Kota Pekanbaru. (TribunPekanbaru.com)

 

 

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia