Konsep Smart City Tapi Anggaran Nol, Dewan Segera Panggil Walikota

Pekanbaru, Detakriaunews.com - DPRD Kota Pekanbaru melalui Tim Panita Khusus (Pansus) 1 Ranperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD) berencana akan memanggil Walikota Pekanbaru - Firdaus ST MT, untuk duduk bersama membahas konsep Smart City yang selama ini diusung dan dijadikan sebagai misi Kota Pekanbaru. Pasalnya, Pemko Pekanbaru lupa mengalokasikan dana untuk program Smart City karena tidak tertera dalam APBD 2018.

Ketua Pansus I DPRD Pekanbaru, Dian Sukheri mengatakan, daya dukung untuk menciptakan pemerintah yang Smart City yang digadang-gadang tersebut, tidak tergambar dalam anggaran APBD 2018 ini. Lalu jika tidak ada anggaran, bagaimana program ini bisa jalan.

“Kita di Pansus sudah sepakat dan merekomendasikan memanggil Walikota, guna mendengar persepsi beliau terkait Smart City di Pekanbaru itu seperti apa? Karena kita sudah bongkar APBD 2018 ini, ternyata daya dukung untuk menciptakan layanan pemerintah yang Smart City itu tidak tergambar dalam anggaran,” ungkap Dian Sukheri, Jumat (03/11) siang.

Menurt Politisi PKS ini, rencana pemanggilan Walikota tersebut akan dijadwalkan pada hari Selasa (07/11) mendatang. Selain itu, OPD terkait juga akan diundang karena pelaksanaan program Smart City harus dipahami oleh seluruh stakeholder.

“Rencananya hari Selasa minggu depan, supaya nanti anggota dewan ketika melakukan kontrol SKPD atau OPD yang berkaitan dengan tugas-tugas pencapaian misi smart city tersebut bisa tercapai. Misalnya untuk Dispenda, layanan smart city-nya bagaiman? Kita membayangkan Dispenda membuat aplikasi yang terkoneksi dengan semua restoran, hotel dan rumah makan  yang ada, jadi semua bisa terlihat termasuk pembayaran pajaknya,”

Jika Pekanbaru mengklaim diri sebagai Smart City, namun kenyataannya di lapangan malah berbandig terbalik. Sedangkan Bandung dan Surabaya saja, tanpa harus mengklaim sebagai Smart City tapi sudah menerapkan kecanggihan IT di setiap pelayanan pemerintah.

"Kota-kota besar seperti Bandung dan Surabaya, mereka tidak perlu pakai misi Smart City tapi sudah membuat layanan itu. Misalnya penggunaan parkir saja, semua sudah bisa dipantau dan terdata secara online, artinya indikasi kecurangan atau penyimpangan PAD diminimalisir dan semua urusan masyarakat nanti dipermudahkan dengan kecangihan IT saat ini," tambah Dian. BRB

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).