KPID Riau Optimis Jangkau Siaran Daerah Perbatasan

Pekanbaru, Detakriaunews.com – Guna mewujudkan sistim penyiaran yang sehat, adil dan berkualitas di Provinsi Riau, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau menggelar acara Diskusi Ahli bersama sejumlah nara sumber berkompeten. Pasalnya, masyarakat di daerah perbatasan Riau malah disugukan siaran dari negara tetangga bukan siaran konten lokal.

Kegiatan diskusi ini, dipimpin langsung oleh Ketua KPID Riau – Fazlan Surachman serta didampingi anggota komisioner lainnya, bertempat di lantai 3 gedung Menara KPID Riau Jalan Gajah Mada Pekanbaru, Rabu (08/110) siang. Selain itu, hadir dalam diskusi ini Ketua Komisi I DPRD Riau – Azmi Setiadi, Ketua IJTI Riau – Peramasdino Syafri, Ketua Forum Pemantau dan Pengawas Lembaga Penyiaran (FPPLP) – Eka Putra serta Sekjen MUI Riau – Zulhusni Domo.

Ketua KPID Riau - Fazlan Surachman mengungkapkan, pihaknya akan bekerja keras sehingga daerah perbatasan di Riau bisa menikmati siaran konten lokal. Selain itu, pemantauan serta pengawasan bukan merupakan hal yang mudah, karena saat ini banyak berkembang channel televisi dan radio baru di Riau.  

“Tahun 2017-2018 ini, kita akan fokus kepada perusahaan pers yang memiliki channel televisi dan radio untuk segera mengantongi izin resmi. Kita juga minta pihak Balai Monitoring (Balmon), untuk lebih meningkatkan proteksi terhadap frekuensi dari luar daerah atau Negara tetangga. Hal ini bertujuan, agar masyarakat Riau yang berada di daerah perbatasan lebih menikmati konten televisi dan radio lokal bukannya siaran luar negeri,” ungkap Fazlan kepada Detakriaunews.com, Rabu (08/11) siang.

Ketua Komisi I DPRD Riau, Azmi Setiadi mengatakan, pihaknya akan selalu mendukung KPID Riau untuk bisa bekerja lebih maksimal, salah satunya dengan menjamin adanya ketersediaan anggaran melalui dana hibah Pemprov Riau. Semangat dan harmonisasi dari teman-teman di

“Ya, kita akan terus kawal ketersediaan dana untuk KPID Riau di dalam APBD Riau. Mereka butuh anggaran untuk menjalankan program kerja, kalau dananya tidak ada bagaimana mereka mau bekerja. Meski baru berdiri selama 7 tahun, namun semangat dari teman-teman KPID Riau patut untuk diacungi jempol,” ungkap Azmi.

Usai diskusi, juga berlangsung sesi tanya jawab dari Komisioner KPID Riau terkait permasalahan televisi dan radio di Riau. Pasalnya, kini banyak berkembang perusahaan radio dan TV kabel tanpa izin jelas dengan harga murah. BRB

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).