Ledakan Petasan Ganggu Salat Tarawih, MUI Pelalawan Desak Razia

11 Jun 2016, 10:49:42 WIB

Pangkalan kerinci, Detakriaunews.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pelalawan, mendesak aparat hukum untuk segera menertibkan perdagangan petasan.

Pasalnya, masyarakat di Kabupaten Pelalawan khususnya Kecamatan Pangkalankerinci mulai resah dengan suara ledakan petasan yang terdengar pada saat aktifitas ibadah Salat Tarawih.

Suara ledakan petasan yang cukup memekakkan pendengaran tersebut membuat ibadah shalat menjadi tidak khusuk. Demikian disampaikan Ketua MUI Kabupaten Pelalawan H Iswadi M Yazid LC, Jumat (10/6) di Pangkalankerinci.

Dikatakannya, bahwa suara ledakan petasan pada saat ibadah salat tarawih berlangsung terasa sangat mengganggu. Suaranya yang bising membuat jamaah tarawih menjadi tidak nyaman beribadah.

"Kami menilai bunyi petasan atau mercon pada malam hari ini sangat menganggu kenyamanan masyarakat muslim dalam menjalan ibadah, khususnya saat melaksanakan salat tarawih.

Untuk itu, maka kita dari MUI Pelalawan meminta dan mendesak agar pihak keamanan seperti kepolisian dan Satpol PP serta Koramil 0313 KPR agar turun ke lapangan melakukan razia petasan, sebab bunyi petasan sangat mengganggu ibadah Salat Tarawih,” terangnya.

Diungkapkan pria jebolan salah satu universitas di Mesir ini, bahwa jika hal ini dibiarkan terus berlanjut, maka pihaknya takut akan ada tindakan main hakim sendiri yang dilakukan masyarakat. Masalah ini menyangkut kenyamanan dalam melaksanakan peribadatan. Sedangkan sejauh ini, penjualan petasan di Kabupaten Pelalawan terlihat semakin marak dan kian menjamur.

"Kami tahu, selain mengganggu kenyamanan umat Islam menjalani ibadah salat, petasan juga sangat membahayakan orang lain dan dirinya sendiri,” ujarnya.

Ditambahkannya, bahwa membunyikan petasan dan kembang api juga tidak sesuai dengan ajaran Islam, sehingga kegiatan itu haram hukumnya. Jadi, untuk memeriahkan bulan suci ramadan ini tidak harus disambut dengan suara petasan dan kembang api.

"Dengan berjualan petasan dan kembang api, tidak akan memberikan manfaat sebab barang yang dijual itu berbahaya bagi keselamatan orang lain sehingga uang yang diperoleh itu sifatnya haram. Kewenangan menertibkan penjualan petasan dan kembang api itu ada pada pemerintah. Jadi kami (MUI,red) hanya sekedar mengingatkan dan meminta agar Aparat terkait segera menertibkan peredaran petasan ini,” tutupnya.(izl/rpg)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

loading...