LKI Balitbang Bengkalis, Jadi Tolak Ukur Pengembangan Pemikiran Kritis dan Solutif

  • DRN
  • 03 Jun 2018, 14:35:12 WIB

Bengkalis, Detakriaunews.com - Sebagai salah satu unsur pelaksana pemerintahan di Kabupaten Bengkalis khusus di bidang penelitian dan pengembangan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Bengkalis membuat agenda yang menantang daya pikir masyarakat secara luas. Salah satu wahana tersebut, dengan dilaksanakannya Lomba Karya Ilmiah baik tingkat umum, perguruan tinggi dan SMA sederajat di Bengkalis.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Bengkalis melalui Kepala Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Wandala Adi Putra mengatakan di Provinsi Riau hanya 3 Kabupaten/Kota yang memiliki SKPD Balitbang yakni Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Pelalawan dan Kota Pekanbaru.

“Pihak Balitbang dalam menjalankan tugas dan fungsinya, kerap merangkul berbagai Perguruan Tinggi di Riau, untuk melaksanakan fungsi penelitian. Khusus untuk Lomba Karya Ilmiah sendiri, sudah menjadi agenda tahunan. Selain itu , ada kebanggaan terhadap hasil lomba karya ilmiah di Kabupaten Bengkalis. Pasalnya, pihak Balitbang menemukan kelompok mahasiswa yang mampu membuat drone dengan daya jangkau 600 km dengan biaya pembuatan sebesar Rp 50 juta. Dengan drone hasil karya mahasiswa akademi komunitas negeri ini, akan menjawab tantangan keterbatasan personil patroli hutan. Selain itu, beberapa hasil Lomba Karya Ilmiah yang bisa dibanggakan yakni pengembangan biji Para atau biji Karet menjadi makanan ringan kerupuk, biskuit dan makanan pakan ternak,” ujar Wandala Adi Putra kepada Detakriaunews.com, Ahad (03/06).

Salah satu bentuk untuk mengembangkan pemikiran kritis dan solutif terhadap permasalahan di Kabupaten Bengkalis, Balitbang Kabupaten Bengkalis setiap tahunnya secara rutin melaksanakan lomba karya ilmiah baik untuk umum maupun tingkat SMA sederajat.

“Kita dari Balitbang Bengkalis berharap, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Bengkalis yang memiliki ide-ide cemerlang mampu dituangkan dalam karya ilmiah, sehingga dapat mengukur pemikiran dan ide-ide yang berkembang secara keilmuan lewat lomba tersebut,” beber Wandala.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Bengkalis, Mawardi menjelaskan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Bengkalis merupakan SKPD yang dinilai efektif dalam menjaring potensi penemuan dan pemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang di masyarakat. Namun Mawardi memberi catatan, bahwa banyak hasil karya penelitian yang di jaring maupun yang dilakukan oleh Balitbang sendiri belum termasyarakatkan dengan baik.

“Hal ini tak terlepas dari minimnya anggaran yang dimiliki Pemkab Bengkalis, ditambah lagi dengan minimnya dana bagi hasil migas yang diterima Kabupaten Bengkalis samgat berpengaruh kepada rasionalisasi kegiatan semua SKPD di lingkungan Pemkab Bengkalis,” ungkap Mawardi.

Salah seorang pemenang lomba karya ilmiah Balitbang Bengkalis tingkat SMA sederajat tahun 2017 lalu, Surya Maulan menilai, bahwa lomba karya ilmiah tersebut mampu menjadi pedoman dalam menguji kemampuan penemuan yang selama ini mereka teliti. Maulana CS bersama guru pembimbing tertarik untuk mengolah biji karet menjadi aneka produk makanan hingga pakan ternak.

“Biji Karet atau Biji Para ini menjadi berbagai produk baik kerupuk, biskuit maupun menjadi pakan ternak. Sehingga ini bisa dijadikan sebagai alternatif baru bagi masyarakat petani di Pulau Bengkalis, untuk mendapatkan sumber pendapatan ekonomi. Kami menampung hasil panen biji karet masyarakat, dengan harga Rp 3.000 per kg. Sudah ada beberapa undangan dari daerah lain, untuk berbagi informasi seperti Kabupaten Siak, yang ingin berdiskusi lansung dari temuan kami ini,” terang Surya Maulana.

Tokoh masyarakat Bengkalis – Sudirman, yang juga menjabat sebagai Kepala MAN 1 Bengkalis turut mengakui, bahwa lomba karya ilmiah yang dilaksanakan Balitbang Bengkalis menjadi ukuran yang bisa di pertanggungjawabkan. Ini juga bisa dijadikan sebagai wadah, untuk melihat perkembangan Ide-ide kritis dan solutif yang membantu masalah ekonomi masyarakat lewat karya-karya yang ditemukan.

“Kita melihat, lomba karya ilmiah ini menjadi wahana yang membantu siswa-siswi untuk berpikir kreatif dan solutif terhadap gelaja dan fenomena yang ada di masyarakat, khususnya di bidang ekonomi. Contoh kecil saja, Buah Para atau Biji Karet sudah bisa dibuktikan oleh siswa MAN 1 Bengkalis aman untuk di komsumsi serta dijadikan sebagai makanan ringan dan juga untuk dijadikan makanan ternak,” jelas Sudirman.

Sementara itu salah seorang tokoh pendidikan Bengkalis - Al Fanshuri, melihat persoalan Kabupaten Bengkalis sangat kompleks dan memiliki potensi yang sangat besar baik dari keberadaan lahan perkebunan, pertambangan, sosial ekonomi dan kelautan. Lomba karya ilmiah yang dilaksanakan Balitbang tersebut diakuinya, sedikit banyak telah memberikan langkah solutif dari permasalahan yang ada di Kabupaten Bengkalis.

“Saya melihat, hasil lomba karya ilmiah yang di gelar Balitbang Bengkalis belum sampai kepada tingkat implementasi bagi masyarakat. Hasil lomba yang dilaksanakan Balitbang Bengkalis ini, masih terputus dan tidak dapat ditindaklanjuti oleh Dinas terkait,” ujar Al Fanshuri kepada Detakriaunews.com.

Kendati demikian, Al Fanshuri sangat memaklumi kondisi tersebut mengingat terbatasnya jumlah anggaran yang dimiliki oleh APBD Kabupaten Bengkalis. Terlebih lagi saat ini, banyak dilakukan rasionalisasi anggaran untuk menjalankan program prioritas Pemerintah Daerah. (Adv/KominfoBengkalis/Her).

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia