Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Petani Untung Masyarakat Tersenyum

  • DRN
  • 13 Jun 2018, 14:40:49 WIB

JAKARTA - Dalam rangka memonitor pergerakan harga komoditas sayuran khususnya bawang dan aneka cabai menjelang hari raya Idulfitri, Kementan melalui Ditjen Hortikultura memantau produksi dan pergerakan harga dua komoditas strategis tersebut.

“Jaga agar jangan terjadi gejolak harga bawang dan aneka cabai menjelang hari Raya Idulfitri, kita ingin masyarakat tersenyum, dan petani untung,” tutur Amran.

Menurut Amran, untuk menjaga produksi komoditas pergerakan pangan tetap stabil maka berbagai pihak terkait terus berkoordinasi seperti Satgas Pangan, Kemendag, dan Pemerintah Daerah baik di level propinsi dan kabupaten.

Dirjen Hortikultura Suwandi menuturkan harga bawang merah pada Selasa Kemarin turun 3,7 persen di 43 pasar retail Jakarta dibanding tahun 2017. Pada H-3 ini harga bawang merah terpantau rata-rata Rp 38.277 per kilogram. Cabai rawit merah yang menjadi momok di lebaran tahun 2017, saat H-3 lebaran ini berada pada harga Rp 38.530 per kilogram (turun 25 persen), dan cabai rawit hijau Rp 33.161 (turun 9,9 persen).

Ada sedikit kenaikan pada komoditas cabai merah besar pada H-3 lebaran 2018 dibanding H-3 lebaran 2017. “Harga saat ini Rp 42.689 per kilogram (naik 16,6 persen) dan cabai merah keriting Rp 35.253 per kilogram (naik 6,7 persen), namun kondisi kenaikan ini masih terjangkau masyarakat,” tutur Suwandi.

Suwandi menambahkan pantauan posko bawang dan aneka cabai terhadap harga di level petani yang saat ini berkisar antara Rp 21.285 per kilogram (BEP Rp 11.036 per kilogram) untuk bawang merah, cabai rawit merah Rp 25.130 per kilogram (BEP Rp 12.197 per kilogram).

Selain itu, cabai merah besar Rp 25.319 per kilogram (BEP Rp 10.763 per kilogram), cabai merah keriting (Rp 27.063 per kilogram (BEP Rp 10.763 per kilogram), cabai rawit hijau Rp 20.926 per kilogram (BEP Rp 10.763 per kilogram).

“Rata-rata petani mendapatkan keuntungan antara Rp 10.200 sampai dengan Rp 16.300 per kilogramnya, yang berarti petani bisa tersenyum menghadapi lebaran 2018,” tukas Suwandi.

Menurut Suwandi, stabilisasi pasokan dan harga menyambut Idulfitri 1439 H dapat dijaga karena beberapa hal. Di antaranya, kesadaran kelompok tani binaan di bawah koordinasi champion cabai dan bawang merah konsisten dalam mengawal manajemen tanam. Produksi yang ada saat ini untuk aneka cabai merupakan pengaturan manajemen tanam pada 3 bulan sebelumnya dan bawang merah merupakan hasil manajemen tanam 2 bulan sebelumnya.

Hal lainnya adalah iklim yang mendukung dengan kondisi curah hujan sedang sehingga sangat mendukung pertumbuhan aneka cabai dan bawang merah.

Selain itu, luas tambah tanam aneka cabai meningkat 5 -10 persen dibanding bulan bulan sebelumnya; serangan OPT rendah yaitu dibawah 5 persen dari luas total serangan nasional serta digalakkan gerakan pengendalian OPT ramah lingkungan.

“Harga aneka cabai dan bawang merah 3 bulan sebelumnya posisinya stabil sehingga petani bersemangat untuk menambah luas tambah tanamnya,” katanya.(jpnn)

 

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia