Menolak Lupa, Pak Polisi, Apa Kabar Kasus Penyiraman Air Keras Ke Novel Baswedan?

12 Okt 2017, 11:03:55 WIB

Detakriaunews.com - Enam bulan sudah kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Novel Baswedan berlalu. Namun, hingga kini siapa pelaku dan otak penyiraman belum juga diketahui.


Penyelidikan yang dilakukan kepolisian pun seakan jalan di tempat. Meski Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian beberapa waktu lalu sempat merilis sketsa wajah terduga penyerang Novel, nyatanya hingga kini belum ada yang ditangkap. Sampai saat ini upaya pengungkapan pelaku masih sebatas penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi.

Polisi beralasan, belum ditemukannya pelaku karena sketsa wajah masih harus disempurnakan. Dari pemeriksaan, dua saksi memiliki pendapat berbeda soal sketsa wajah terduga pelaku.

"Jadi ada dua saksi yang mempunyai pendapat yang berbeda. Wajahnya berbeda makanya tetap kita sinkronisasi untuk sketsa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, Selasa (3/10).

Jalan di tempatnya kasus Novel menuai reaksi dari masyarakat. Koalisi Masyarakat Sipil Peduli KPK mendatangi Gedung Merah Putih KPK di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/10) kemarin. Mereka mempertanyakan kelanjutan kasus penyiraman Novel Baswedan yang hingga kini masih mandek. Mereka menolak lupa pada kasus penyiraman Novel.

Mereka tidak hanya menagih kepada pimpinan KPK tapi juga Presiden Joko Widodo agar segera menuntaskan kasus ini. Mereka tidak melihat adanya respons yang cepat dari pimpinan KPK atas kasus tersebut.

"Dan kita belum tahu perkembangan terkini seperti apa. Sudah banyak informasi yang ditemukan dan diketahui baik oleh aparat penegak hukum dan publik terkait penyiraman Novel," kata perwakilan koalisi, Lalola Esther di Gedung KPK, Jakarta, kemarin.

Dia menegaskan publik tak boleh dibiarkan lupa terhadap apa yang menimpa Novel. Menurut Lalola, enam bulan merupakan waktu yang sangat lama dalam menuntaskan kasus pidana umum penyerangan terhadap seseorang.

"Ini sebetulnya tindak pidana yang sifatnya sangat umum dan jadi aneh Bareskrim Polri yang sangat cepat dalam menangani tindak pidana umum tapi dengan perkara ini berlarut-larut sampai bulan keenam," katanya.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Simandjuntak menyayangkan sikap pimpinan KPK yang dinilainya tidak serius dalam membantu upaya pengungkapan penyerangan terhadap Novel.

"Saya sayangkan sikap pimpinan KPK yang absen dan tidak terlalu serius dalam kasus ini. Ini baru kasus Novel Baswedan. Saya enggak tahu kalau yang lain-lain yang diserang apakah pimpinan KPK membela karyawan-karyawan ini. Pimpinan KPK harus terang dan jelas dalam bersikap," katanya di lokasi yang sama.

Halaman Berikutnya:

1 2 NEXT

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

loading...