Meski Belum Ada Sertifikasi Halal dari MUI, Dinkes Inhu Tetap Lakukan Imunisasi MR

  • DRN
  • 02 Agu 2018, 08:54:50 WIB

BENGKALIS,Detakriaunews.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis tetap melanjutkan pencanangan atau pelaksanaan Program Nasional Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, imunisasi vaksin Campak/Measles dan Rubella (MR) untuk anak 9 bulan hingga di bawah 15 tahun di wilayah Kabupaten Bengkalis mulai hari ini, Rabu (1/8/18). 

Terkait dengan laporan adanya sejumlah wali murid di sekolah dasar (SD) meminta menunda pelaksanaan vaksinasi, bahwa pada prinsipnya Dinkes Bengkalis melaksanakan program tersebut untuk pencegahan penyakit Campak dan Rubella. 

Adanya hambatan dalam pelaksanaannya, yakni belum adanya sertifikasi atau label halal secara resmi, adalah kewenangan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan berdasarkan dari intruksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bahwa Dinkes Bengkalis sudah diberikan salinan berupa fatwa MUI Nomor 4/2016 tentang Imunisasi. 

"Jadi, untuk saat ini kita menggunakan dasar fatwa tersebut, dan terkait halal haramnya vaksin MR adalah kewenangan MUI," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Bengkalis Supardi, S.Sos, MH kepada riauterkini.com di Bengkalis, Rabu (1/8/18). 

Dijelaskan Supardi, yang menjadi tugas pokok dan fungsi dari Dinkes adalah melakukan program nasional yang telah dicanangkan itu khususnya di Kabupaten Bengkalis karena telah secara menyeluruh pencanangannya dilakukan ke wilayah Indonesia. 

Kemudian dalam pelaksanaan vaksinasi di hari pertama ini belum ada instruksi, baik dari provinsi maupun Kemenkes RI agar untuk selanjutnya program harus dilakukan penundaan sementara atau dihentikan. 

"Kami mengimbau kepada seluruh tenaga medis untuk tetap melanjutkan program imunisasi ini. Dan bagi orang tua anak yang tidak ragu-ragu akan vaksin ini silahkan anaknya divaksin dan bagi orang tua yang masih ragu-ragu, bisa berkonsultasi atau meminta penjelasan ke petugas kesehatan sehingga tidak ragu-ragu lagi untuk melakukan imunisasi," imbau Sekretaris Dinkes ini. 

Pada prinsipnya, ditegaskan Supardi, bahwa Dinkes dalam melakukan pelaksanaan vaksinasi MR sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku. 

Sambung pria berkumis ini, sangat penting imunisasi MR sebagai cara meningkatkan daya tahan tubuh anak-anak dan mencegah dampak dari kedua penyakit itu menyerang. 

"Karena apabila tidak diimunisasi dengan vaksin, akan sangat membahayakan bagi kesehatan anak, karena hingga saat ini obat untuk kedua penyakit ini belum ditemukan," ujarnya. 

Penyakit campak adalah termasuk jenis penyakit menular sampai saat ini obatnya belum ada yang ada hanya pencegahan. Campak bisa menyebabkan radang paru-paru, radang otak, kebutaan, diare dan gizi buruk. 

Sedangkan penyakit Rubella itu mengakibatkan kelainan jantung, kelainan mata atau katarak, tuli, keterlambatan perkembangan anak, serta kerusakan jaringan otak.

Walau terjadi polemik terkait himbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal status halal terhadap vaksin imunisasi Measles-Rubella (MR), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tetap melaksanakan imunisasi MR terhadap anak-anak yang ada di Inhu. 

Tetap dilaksanakan nya imunisasi MR terhadap anak-anak yang ada di Inhu walau tengah diperdebatkan terkait himbauan MUI soal status halal vaksin imunisasi MR, dilakukan Dinkes Inhu dengan berpedoman pada fatwa MUI nomor 04 pada tahun 2016 lalu atau tepat setahun sebelum pelaksanan imunisasi MR di Pulau Jawa. Disampaikan Kadiskes Inhu Elis Julinarti kepada awak media, Rabu (1/8/18). 

"Pada fatwa itu disampaikan bahwa imunisasi pada dasarnya diperbolehkan sebagai bentuk ikhtiar untuk meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh," ujarnya. 

Dengan berpedoman pada fatwa tersebut dan pelaksanan imunisasi MR yang sudah berlangsung dua tahun sejak 2017 lalu yang dilaksanakan di Pulau Jawa secara serempak. Maka pada 2018 ini imunisasi MR dilakukan di enam pulau besar, yakni Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Pulau Bali, dan Pulau Maluku. 

"Kami tetap berpegangan pada fatwa MUI tahun 2016 itu dan juga arahan dari Kemenkes, makanya waktu kita melakukan advokasi kita juga mengundang kanwil Kemenag. Dan Ini sudah masuk fase kedua, pada fase pertama kemarin di Pulau Jawa keberhasilan mencapai 95 persen," tandasnya. 

Diungkapkanya, pihaknya juga masih berpedoman pada Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI, untuk itu pada pelaksanan imunisasi MR tersebut Dinkes Inhu mendata sekitar 124 ribu anak yang mendapat imunisasi. Guna menghilangkan kekhawatiran masyarakat saat ini, petugas kesehatan yang ada di masing-maisng kecamatan sudah melakukan penyuluhan ke masyarakat dan seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Inhu. 

"Petugas kita sudah diturunkan untuk melakukan penyuluhan ke masyarakat dan seluruh sekolah di Inhu. Tadi saya langsung memantau pencanangan, dan sebelum dimulai kita melakukan salawat lebih dulu," ungkapnya. 

Ditambahkanya, meski sejumlah sekolah diketahui mengeluarkan surat untuk meminta persetujuan dari para orangtua murid untuk melaksanakan imunisasi MR tersebut. Namun pihaknya tidak pernah menganjurkan hal tersebut ke sekolah.

Selain itu, di dalam surat Kemenkes RI juga disampaikan tidak diperlukan persetujuan dari pihak tertentu atau perorangan untuk melakukan imunisasi MR tersebut. Jelasnya. 

Sementara itu, dihubungi terpisah Ketua MUI Inhu, Tengku H Wahab menjelaskan bahwa pihaknya tetap mengikuti Fatwa MUI pusat. Dalam hal ini, MUI sudah mengeluarkan himbauan namun kembali kepada warga yang tetap ingin menerima imunisasi MR atau tidak menerima imunisasi MR. 

"Kita sudah bicarakan ini dengan Sekda Inhu, himbauan MUI di pusat itu sifatnya nasional. Jadi kita tidak perlu mengeluarkan surat kepada Dinkes Inhu," tegasnya. (riauterkini.com)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia