Meski Masih kontroversi, 21.000 Anak di Kampar Telah Diberi Vaksin MR

  • DRN
  • 08 Agu 2018, 12:00:50 WIB

BANGKINANG,Detakriaunews.com - Ditengah masih berlangsungnya kontroversi tentang halal atau haramnya vaksin vaksin campak-rubella atau measles rubella (MR), namun di Kabupaten Kampar anak yang telah diberikan vaksin ini ternyata telah mencapai 21.000 orang anak dari target 253.108 orang anak. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar H Nurbit ketika ditemui Riauterkini.com di ruang kerjanya, Selasa (7/8/2018) mengatakan, laporan ini mereka terima secara online dari 31 Puskemas se-Kabupaten Kampar. 

Ia mengakui, sejak kegiatan ini dimulai pada 1 Agustus 2018 kemarin, jumlah anak yang diberikan vaksin terus menurun, bahkan pada hari ketujuh hari ini, hingga pukul 14.00 WIB jumlahnya masih nol. 

Ia merinci, pada tanggal 1 Agustus 2018 jumlah anak yang telah divaksin sebanyak 6.680 orang. Kemudian hari kedua 2 Agustus meningkat tajam menjadi 12.286 orang. 

Namun pada hari ketiga, seiring makin ramainya pemberitaan mengenai surat edaran MUI tentang belum adanya sertifikasi halal vaksin MR dari MUI, jumlah anak yang bisa divaksin turun drastis menjadi 1.765 orang anak saja. 

Hari keempat pada 4 Agustus makin turun lagi yakni hanya 70 orang. Hari kelima sebanyak 250 orang. Laporan hari kelima ini merupakan laporan dari Puskesmas Kampar Utara yang kegiatannya dilaksanakan pada hari ketiga. Sedangkan hari keenam hanya 34 orang di Kampar Kiri Hulu. 

Nurbit menjelaskan, pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat yang tidak memiliki keterikatan aspek syar`i dilakukan secara profesional sesuai dengan ketentuan teknis.

Sedangkan pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat yang mempertimbangkan aspek kehalalan dan atau kebolehan vaksin secara syar`i dapat menunggu sampai MUI mengeluarkan fatwa tentang pelaksanaan Imunisasi MR. Berdasarkan pertemuan Menkes RI dengan MUI, Fatwa akan dikeluarkan MUI besok, Rabu (8/8/2018). 

Diskes Kampar juga telah menerima surat edaran tentang Pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR nomor HK.02.01/MENKES/444/2018 tanggal 6 Agustus 2018 ditujukan kepada para gubernur dan bupati di seluruh Indonesia yang dikirim pada Senin (6/8/2018) siang. 

"Pagi tadi kami sudah menerima surat edaran Menkes berkaitan ini. Jadi prinsipnya Menkes menghormati kesepakatan dengan MUI, khusus yang beragama Islam dipersilakan menunggu Fatwa MUI yang direncanakan tanggal 8 (Agustus) besok," kata mantan Asisten II Setdakab Kampar ini. 

Ia mengaku, Diskes Kampar hanya meneruskan perintah atasan, dalam hal ini Kemenkes.

"Kalau terlalu banyak menghimbau takut salah himbau. Surat edaran ini diteruskan untuk dipedomani. Domain program itu kewenangan pemerintah. Di daerah hanya perpanjangan tangan untuk eksekusi," kata Nurbit. 

Dikatakan, ada lima poin yang disampaikan dalam surat edaran Menteri Kesehatan RI yakni, pertama Kemenkes dan jajaran tetap melaksanakan kampanye pemberian vaksin MR dalam kurun waktu dua bulan mendatang.

"Artinya pemberian vaksin ini sangat penting. Petugas tetap akan menyampaikan kepada masyarakat," terangnya.

Petugas mengingatkan dampak akibat penyakit campak dan rubella yang bisa merugikan masa depan bangsa Indonesia. 

Kedua, melakukan pendekatan secara persuasif tentang pentingnya imunisasi MR karena penyakit campak dan rubella berbahaya bahkan bisa berakibat kematian. 

Ketiga, pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat yang tidak memiliki keterikatan aspek syar`i dilakukan secara profesional sesuai dengan ketentuan teknis.

"Kalau ada masyarakat yang minta anaknya disuntik ya kami suntik," beber Nurbit. 

Keempat, pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat yang mempertimbangkan aspek kehalalan dan atau kebolehan vaksin secara syar`i dapat menunggu sampai MUI mengeluarkan fatwa tentang pelaksanaan Imunisasi MR. 

Kelima, kelima memberikan kesempatan kepada masyarakat yang memilih menunggu penentuan halal atau haramnya vaksin MR. 

Lebih lanjut Nurbit mengatakan, pemberian vaksin MR yang dimulai 1 Agustus kemarin adalah fase kedua. Menurutnya, fase pertama yang dilaksanakan pada Agustus dan September 2017 di enam provinsi di Pulau Jawa aman-aman saja. Sedangkan fase kedua Agustus - September 2018 dilaksanakan di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. (riauterkini.com)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia