Notaris Pekanbaru Dipidana Karena Pemalsuan Akta Perjanjian

  • DRN
  • 01 Jul 2016, 15:24:08 WIB

Pekanbaru, Detakriaunews.com - Neni Sanitra, oknum notaris terpidana satu tahun penjara kasus pemalsuan akta perjanjian batal dieksekusi. Ini  karena dia mendadak sakit. Padahal sesaat sebelum dieksekusi Neni tampak sehat. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Riau Ermindawati yang melaksanakan proses eksekusi itu enggan berkomentar banyak terkait hal ini.

“Tunggu dulu. Kami masih bekerja,” jawab Ermindawati saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (30/6).

Seperti dikutip dari Riaupos.co, Ketika dikonfirmasi ulang, Minda yang turut mengawal dan  mendampingi terpidana, tidak bersedia lagi mengangkat sambungan telepon hingga Kamis petang. Begitu juga pesan singkat yang dikirimkan, tidak diresponnya. Sampai akhirnya ada kabar JPU menunda eksekusi terhadap notaris yang beralamat di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru tersebut, karena alasan sakit terpidana.

 Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Adi Kadir, ketika dikonfirmasi membenarkan hal itu. Dikatakan Adi, pihaknya langsung melayangkan panggilan eksekusi setelah menerima salinan putusan perkara tersebut.

Neni kemudian mendatangi Kejari Pekanbaru untuk melengkapi proses administrasi eksekusi. Namun saat akan digiring ke Lapas Perempuan dan Anak Kelas II A Pekanbaru, terpidana Neni mengeluh sakit dan akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Awal Bros.

“Masih di UGD (Unit Gawat Darurat,red) RS Awal Bros Pekanbaru. Dia masih dirawat,” ungkap salah seorang jaksa yang mengawal proses eksekusi tersebut.

Halaman Berikutnya:

1 2 3 4 NEXT

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia