Paparkan Program Smart City, Wako Sampaikan Sejumlah Ide Cemerlang

Pekanbaru, Detakriaunews.com - Sebelum Ranperda RPJMD Pekanbaru disahkan pada 20 November mendatang, Tim Pansus RPJMD DPRD Pekanbaru menggelar rapat kerja bersama Walikota Pekanbaru terkait ekspose Walikota Pekanbaru tentang Smart City Madani, Senin (13/11) siang. Pemaparan dari Walikota membuat anggota dewan terpana, karena banyak ide cemerlang yang disampaikan demi pembangunan Pekanbaru ke depan.

Rapat kerja yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Pekanbaru - Sigit Yuwono ini, dihadiri langsung oleh Walikota Pekanbaru - Firdaus dan Sekdako Pekanbaru - M Noer. Meski sempat molor, namun kegiatan ekspose berjalan lancar dan mendpatkan respon positif dari kalangan wakil rakyat di DPRD Pekanbaru.

Dalam mewujudkan program smart city, ada 6 indikator yang harus diperhatikan yakni smart people, smart mobility, smart goverment, smart environment, smart economy dan smart living. Walikota Pekanbaru, Firdaus MT mengatakan, penerapan konsep smart city di Pekanbaru tidak sama dengan daerah lain karena kondisi masing-masing daerah sangat berbeda.

"Risma cuma benahi taman terus marah-marah malah jadi viral di sosmed, heboh dan langsung menarik perhatian warga. Padahal, pembenahan sampah yang dilakukan oleh Risma sudah sejak lama diterapkan oleh Pemprov DKI Jakarta namun tidak terlalu di ekspose. Saya berharap, 5 tahun ke depan Pekanbaru sudah punya LRT dan MRT untuk 10 tahun mendatang. Kita juga butuh bandara baru, kapasitas bandara SSK II sudah tidak representatif lagi yang hanya beroperasi hingga tahun 2025. Selain bandara, kita juga belum punya pelabuhan, itu yang harus diupayakan bersama Pemprov Riau," ungkap Firdaus disela-sela kegiatan ekspose di ruang rapat paripurna DPRD Pekanbaru, Senin (13/11).

Ketua Tim Pansus Ranperda RPJMD DPRD Pekanbaru, Dian Sukheri mengatakan, setelah mendengarkan hasil ekspose bersama Walikota maka Tim Pansus RPJMD memberikan sejumlah catatan. Salah satunya adalah ketersediaan anggaran dalam RKA setiap OPD di tahun 2018, yang harus mencerminkan program smart city. 

"Kita sudah dengar pemaparan dari Walikota tentang program smart city, namun pengesahan Perda RPJMD dengan Perda APBD Pekanbaru 2018 jaraknya cukup dekat. Kami berharap, seluruh RKA disetiap OPD harus mengacu kepada program smart city. Pembahasan Pansus RPJMD sendiri sudah berjalan sekitar 90 persen, yang juga di ekspose kepada publik. Terimakasih atas kehadiran Pak Wali, yang sudah langsung membawa OPD-nya untuk menyamakan persepsi terkait  smart city madani. Jangan sampai, nanti ada OPD yang keluar jalur," ungkap Dian.

Dalam rangka menyukseskan program smart city, maka Pemko Pekanbaru telah meluncurkan Kartu Smart Madani pada bulan Agustus lalu yang memiliki banyak fungsi seperti pelayanan kesehatan, pelayanan administrasi kependudukan, beasiswa, pembayaran tol, pembayaran tiket bus trans metro dan lain sebagainya. BRB

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Leave a Comment

Submit