Pemkab Rohil Kembalikan Kejayaan Sektor Perikanan

20 Nov 2016, 07:58:14 WIB

Bagansiapiapi, Detakriaunews.com - Pemerintah Kabupaten (pemkab) Rokan Hilir (Rohil) berupaya semaksimal mungkin untuk mengembalikan predikat yang dulunya pernah diraih sebagai daerah penghasil ikan terbesar di dunia. Upaya-upaya itu saat ini tengah dilakukan dengan memberikan pembinaan dan pemberian bantuan kepada para nelayan setiap tahunnya.

Sebagaimana yang diketahui kabupaten Rokan Hilir khusunya kota Bagansiapiapi dulunya mendapat predikat sebagai daerah penghasil ikan nomor dua didunia. Dimasa-masa kejayaan itu para nelayan hidup sejahtera dengan hasil tangkapan yang berlimpah ruah. Selain cukup untuk kebutuhan konsumsi, hasil perikanan itu seperti ikan, kerang juga banyak dimanfaatkan untuk diolah menjadi asinan.

Bahkan, kota Bagansiapiapi konon dulunya juga pernah sebagai pengekspor ubur-ubur terbesar ke luar negeri untuk kebutuhan kosmetik. Seiring dengan waktu, masa-masa kegemilangan yang pernah diraih itu kini hanya tinggal kenangan diakibatkan hasil tangkapan nelayan yang setiap tahunnya terus menurun.

Dari data yang ada di Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskalut) Rohil, hasil tangkapan nelayan pada tahun 2013 lalu hanya sebanyak 47.511,81 ton dengan rincian 46.781 ton atau sekitar 98,46 persen merupakan hasil perikanan laut dan perairan umum.

Sementara hasil tangkap nelayan budidaya hanya 730,81 ton atau 1,54 persen. Nah, Jika hasil tangkap perikanan nelayan dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan total produksi ikan 57.850 ton maka terjadi penurunan pada tahun 2013 lalu sebesar 17,87 persen.

Kemudian hasil tangkap nelayan pada tahun 2014 tercatat produksi ikan sebanyak 33.847,46 ton. Dimana 49.141 ton atau 98,00 persen merupakan hasil tangkap perikanan laut dan perikanan umum. Sementara untuk hasil tangkap ikan budidaya sebesar 1.089,76 ton atau 2,00 persen. Hasil tangkap nelayan ini juga terjadi penurunan dari tahun 2013 lalu sebesar 16,79 persen.

Agar kejayaan yang dulunya bisa diraih kembali, Pemerintah setempat dalam beberapa tahun terakhir membuat program dengan cara melakukan pembinaan dan memberikan berbagai bantuan alat tangkap dengan tujuan agar para nelayan bisa hidup sejahtera.

"pemberdayaan itu berarti memperkuat para nelayan dari yang tidak bersemangat menjadi lebih semangat. pemberdayaan yang dilakukan itu sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 50 tahun 2015 terntang pemberdayaan nelayan dan budidaya ikan," kata Plt Kadiskanlut Rohil, M Amin Spi di Bagansiapiapi.

Dinas perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Rohil pada tahun 2016 ini juga akan memberikan bantuan bagi para nelayan di daerah pedalaman. Daerah pedalaman dimaksud bukanlah daerah yang terisolir namun daerah yang jauh laut akan tetapi memiliki sungai.

Untuk Kabupaten Rokan Hilir nelayan pedalaman itu terdapat seperti dikecamatan Pujud, Rantau Kopar, Tanah Putih dan Tanjung Medan. Dimana pada tahun 2015 lalu para nelayan pedalaman itu kita berikan bantuan berupa sampan, jaring dan jala untuk menangkap ikan, "kata Amin.

Ia mengatakan bantuan untuk nelayan pedalaman itu diberikan dengan kategori nelayan yang pendapatannya hanya cukup untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Nah, kategori inilah yang kita berikan bantuan. "Yang jelas kita setiap tahunnya terus memberikan bantuan kepada nelayan dengan cara melakukan pendataan," ucap Amin.

Dia juga mengatakan untuk program kedepannya sesuai dengan Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, kita hanya memiliki tiga tugas untuk nelayan yakni pemberdayaan nelayan kecil, pembudidaya ikan kecil, dan tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Kategori nelayan dimaksud yakni nelayan yang melakukan penangkapan dengan menggunakan armada dengan kapasitas 5 Gross Tonnage (GT) atau hasil tangkapannya 5 Ton kebawah. "Untuk pembudidaya ikan kecil yakni nelayan yang membuat kolam air tawar yang ukuran lahannya 2 Hakter (Ha) kebawah dan kalau air laut 5 Hakter kebawah," terang Amin.

Dirinya berharap dengan program dan kebijakan pemkab rohil dalam ini secara bertahap nantinya bisa mensejahterakan perekonomian masyarakat.

Dinas Perikanan dan Kelautan juga telah menyiapkan langkah-langkah untuk memberdayakan para nelayan, diantaranya memberdayakan nelayan lewat bantuan armada berupa Boat.

Pada tahun 2015 lalu Pemkab Rohil telah berhasil menyalurkan boat kepada nelayan di daerah pesisir yang ada di Kecamatan Bangko, Sinaboi, Panipahan, Kubu dan Kubu Babussalam (Kuba) sebanyak 38 unit. Dengan rincian 20 unit boat dengan kapasitas 1 Gross Tonnage (GT) dan 8 unit boat dengan kapasitas 3 GT.

M Amin mengatakan, dengan adanya bantuan yang diberikan itu selain membantu para nelayan juga salah satu upaya dari pemerintah untuk mengembalikan kejayaan perikanan yang dulu pernah diraih.

"Biasanya para nelayan dalam melaut menghandalkan tenaga dengan berdayung, akan tetapi kini telah banyak yang mengandalkan tenaga mesin. Bahkan, dengan bantuan yang diberikan itu penghasilan nelayan semakin meningkat," katanya.

Amin juga menerangkan selain memberikan bantuan boat, pihaknya juga memberikan bantuan alat tangkap nelayan seperti fish Finder sebanyak 100 unit setiap tahunnya. Dimana Fish Finder untuk fungsinya untuk mengetahui keberadaan ikan, dengan begitu para nelayan tidak susah lagi mendeteksi keberadaan ikan.

"Nah, karena Program itu dinilai bagus dan berhasil, maka tahun 2016 ini pihaknya kembali melanjutkan program tersebut dengan bantuan boat sebanyak 40 unit dengan rincian 20 unit boat dengan kapasitas 1 GT dan 20 unit lagi dengan kapasitas 3 GT, 100 Fish Fider dan bantuan alat tangkap nelayan lainnya," ungkap Amin.

Selain memberdayakan nelayan dengan memberikan bantuan boat dan alat tangkap ikan, Diskanlut juga akan melakukan pembinaan memberdayakan nelayan melalui Pengembangan Usaha Mina Perikanan (PUMP). Dimana program dari pemerintah pusat itu dengan cara memberikan bantuan kepada para nelayan dalam bentuk uang yang disalurkan ke rekening kepada kelompok nelayan.

Uang bantuan yang diberikan tersebut akan dibelanjakan secara langsung oleh kelompok nelayan sesuai dengan kebutuhan dan peruntukannya. Namun, didalam pembelanjaan itu para kelompok nelayan terlebih dahulu menyusun rencana usaha kegiatannya yang didampingi pendamping dari pusat, "kata Amin.

Ia mengatakan, selain program PUMP juga ada program dari pemerintah pusat yakni "sehat nelayan" (Sertifikat hak atas tanah nelayan). Dimana program ini katanya bertujuan agar para nelayan memiliki akses perbank kan agar senang membuka suatu usaha serta memperluas usahanya dibidang nelayan. Salah satu contohnya para nelayan itu bisa melakukan
peminjaman uang ke Bank jika kekurangan dana untuk mengembangkan usahanya.

"Jika para nelayan telah memiliki sertifikat "sehat nelayan" tersebut, maka bisa dijadikan anggunan ke Bank. Untuk itu kita siap membantu para nelayan untuk mendapatkan sertifikat dimaksud tanpa harus mengeluarkan biaya sepersen pun," janji Amin. (Adv)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

loading...