Percepatan Pembangunan, Walikota Gencarkan Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rukun Warga

  • DRN
  • 14 Mar 2015, 08:47:56 WIB

DETAKRIAUNEWS.COM - Dihentikannya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri atau PNPM oleh pemerintah pusat langsung disikapi cepat oleh pemerintah Kota Pekanbaru.

Melalui dana APBD Kota Pekanbaru, sejak tahun 2014 lalu Pemerintah Kota Pekanbaru mulai mencanangkan Program Masyarakat Berbasis Rukun Warga atau PMB RW.

Sama dengan PNPM, program Pemberdayaan masyarakat berbasis rukun warga juga lebih difokuskan untuk menjangkau pelayanan infrastruktur langsung kemasyarakat sesuai kebutuhannya.

Berbagai macam produk hukum yang dijeluarkan pemerintah menjadi rujukan PMB RW  antara lain, UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, UU NO 1 tahun 2013 Tentang Lembaga Keuangan Mikro,  Perpres No 15 Tahun 2010 tentang percepatan penanggulangan kemiskinan, dan Intruksi Presiden No 3 tahun 2010 tentang program pembangunan yang berkeadilan, Peraturan Mendagri No 42 tahun 2010 tentang Tim Koordinasi penanggulangan Kemiskinan provinsi dan Kabupaten Kota, kemudian Perda Kota Pekanbaru No 19 tahun 2012 tentang RPJM Kota Pekanbaru. Setelah merujuk kepada regulasi tersebut maka untuk teknis operasional diatur dengan Perwako No 44 tahun 2014 tentang PMBRW Kota Pekanbaru.

Walikota Pekanbaru, Firdaus MT menjelaskan dalam pelaksanaan PMBRW memiliki tiga sasaran atau disebut dengan istilah Tri Daya, yaitu  Aspek Sosial dan Kependudukan  yang bertujuan untuk peningkatan Kualitas SDM,  yang kedua aspek ekonomi produktif yang mengarah Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan, dan  yang ketiga  aspek penataan kawasan dan lingkungan yang terwujud  dalam pembahan infrastruktur.

" Salah satunya bisa saja nanti dalam bentuk peminjaman modal atau apalah yang dibutuhkan masyarakat, masyarakat lebih tahu itu,"tegas Firdaus baru-baru ini.

Mengenai besaran bantuan yang diberikan disebutkannya, dalam APBD sudah dialokasikan dana PMB RW untuk masing-masing kelurahan sejumlah 50 juta rupiah. Bila ditahun 2014 dana PMB RW baru diberikan untuk 93 RW dikecamatan Tenayan Raya saja saat ini sudah diperluas untuk semua kecamatan pinggiran.

" Dari 640 RW keseluruhan di Pekanbaru, sekitar 300 RW diantaranya tahun ini mendapatkan bantuan PMBRW. Sisanya akan diupayakan ditahun 2016 sudah juga memperolhan bantuan dana PMBRW,"papar walikota lagi.

Dengan pertimbangan pembangunan infrastruktur dasar lebih banyak dibutuhkan di pinggiran, peruntukkan dana PMB RW dibenarkan walikota lebih diutamakan RW pinggiran.

Sesuai arahan walikota, dana 50 juta rupiah tersebut digunakan 45 juta rupiahnya untuk infrastruktur dan 5 juta rupiah untuk pembentukan lembaga PMB RW.

Lebih lanjut supaya bantuan dana PMB RW lebih terarah dan tepat sasaran berikutnya juga penggunaan anggarannya lebih jelas, Pemko Pekanbaru sudah merekrut sebanyak 116 tenaga pendamping untuk membantu RW dalam pemanfaatan bantuan dana yang diberikan.

" Pelatihan untuk tenaga pendamping juga sudah tuntas diselenggarakan oleh Bappeda yang akan membimbing para RW mempergunakan dana PMB RW,"jelasnya lagi.

Perihal pengawasan dan pertanggung jawaban dana PMB RW, selain diawasi langsung oleh masyarakat juga ada BPKP yang membina Pemko Pekanbaru.

Selanjutnya, Walikota menegaskan  bahwa apa yang ada  diprogram PMB RW  semua berorientasi kepada kepentingan masyarakat luas.
Karena itu semua pihak  diajak bersama-sama  memberdayakan masyarakat agar mandiri, tangguh dan berdaya saing.Khususnya diharapkan Walikota juga  adanya partisipasi langsung dari perusahaan swasta untuk membantu dana PMB RW minimal dilokasi operasional mereka.

" PMBRW bukanlah program yang dibuat serta merta asal jadi, tetapi melalui pemahaman yang konferhensif dam kajian yang mendalam terhadap kondisi ril masyarakat Pekanbaru  terutama menghadapi perkembangan tantangan yang semakin besar," tutupnya.(adventorial)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia