Peringatan HPI, Sutardji Calzoum Bachri Tuliskan Puisi Untuk Kunni

  • DRN
  • 10 Agu 2018, 15:11:24 WIB

Pekanbaru, Detakriaunews.com – Bersempena dengan Hari Puisi Indonesia (HPI) tahun 2018, Komunitas Seni Rumah Sunting (KSRS) selaku panitia mengadakan sejumlah acara di Provinsi Riau. Dengan memboyong sebanyak 134 penyair baik lokal nasional dan luar negeri, KSRS sukses menggelar banyak kegiatan termasuk pembacaan puisi dari Sutardji Calzoum Bachri untuk Kunni Masrohanti, sang srikandi penyair Riau.

Rangkaian kegiatan HPI, diawali dengan kunjungan ke Istana Rantau Kampar Kiri yang berlokasi di Desa Gunung Sahilan - Kampar Kiri Hulu, kemudian menginap di stasiun WWF. Hadir dalam kegiatan ini, Presiden Penyair Indonesis - Sutardji Calzoum Bachri, sastrawan negara Singapura - Rohani Din, sastrawan negara Malaysia - Lina Lin dan Lya Zam, sastrawan Thailand - Prof Dr Phaosan Jehwae, penyair Vietnam - Nik Mansur Nik Abdul Halim, penyair dari Bali - I Made Ridalaksana, Kalimantan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Medan, Sumbar dan masih banyak lainnya.

Para penyair ini saling berdiskusi, sembari berbagi ilmu dan sharing informasi. Berbagai pertanyaan muncul dari peserta. Diantaranya, mengapa harus menjadi penyair, bagaimana agar bisa terus menulis dan menjadi penyair, mengapa karya yang sudah dibuat beberapa waktu lalu terasa jelek, tentang perempuan dan puisi serta lain sebagainya.

Selain itu, muncul juga pertanyaan tentang puisi-puisi yang dibuat Sutardji sepanjang kepenyairannya, termasuk perempuan mana saja yang pernah disebut Sutardji dalam puisi-puisinya. Diskusi pun semakin hangat dan semarak.

“Perempuan memang selalu menjadi sumber inspirasi, sebab ibu kita adalah perempuan. Tapi saya tak banyak menulis puisi yang ada atau tentang perempuan. Hanya beberapa saja. Ada satu untuk sahabat saya, ada puisi Alina termasuk satu puisi yang ada Kunninya. Untuk Kunni dan kepada Kunni. Tapi puisi untuk Kunni ini lebih kepada nasehat, bahwa ada yang lebih berharga dari puisi yakni keluarga. Keluarga adalah puisi paling indah. Susah menggantikan dengan puisi manapun. Itu isi puisi kepada Kunni itu,” jelas Tardji.

Puisi Tardji tentang Kunni ternyata tidak habis dalam pembahasan diskusi di stasiun WWF, tapi sampai pada malam puncak perayaan HPI. Dimana, Tardji membacakan puisi yang ditujukannya kepada Kunni tersebut.

“Kunni, ini kuberikan padamu Siak yang lain,” pekik Tardji di panggung Anjung Seni Idrus Tintin (ASIT).

Sebagaimana diketahui, Kunni Masrohanti merupakan satu dari sekian banyak penyair perempuan Riau yang memiliki segudang prestasi. Selain bisa berpuisi, Kunni yang merupakan pimpinan dari KSRS juga dikenal sebagai jurnalis perempuan yang handal dan berpengalaman. BRB

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia