Premium Semakin Langka, Warga Kuansing Gusar

23 Okt 2017, 19:20:41 WIB
Kuansing, Detakriaunews.com - Program pemerintah mengalihkan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium ke Pertalite mulai meresahkan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Pasalnya program pemerintah ini membuat Premium sulit ditemukan di SPBU. Selain itu, sebagian besar masyarakat enggan mengganti konsumsi mereka ke BBM jenis Pertalite dengan berbagai alasan, mulai dari harganya yang lebih mahal hingga sulit didapatkan dipedagang eceran. 
 
"Harga pertalite terlalu tinggi, jadi  tidak terjangkau oleh masyarakat bawah, selain itu pertalite juga sangat jarang dijual eceran",ujar Satria, salah seorang pengendara.
 
Kelangkaan BBM jenis Premium ini juga diakui oleh Kepala Dinas Koperasi,Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagrin) Kuansing H Tarmis SPd MM.
 
"Memang terjadi pengurangan kuota premium oleh pertamina, jika sebelumnya 18.000 liter untuk setiap SPBU perharinya, sekaran SPBU hanya mendapat "jatah" 8000 liter untuk dua Hari", ujar Tarmis saat ditemui Wartawan di ruang kerjanya Senin (23/10). 
 
Tarmis menambahkan,kelangkaan premium ini diperparah oleh pihak SPBU yang masih melayani pembeli premium menggunakan Jerigen, padahal pihaknya telah melakukan himbauan agar pembeli dengan jerigen juga beralih ke pertalite agar tidak ada kelangkaan premium di SPBU. 
 
"pantauan kami dilapangan masih ada pihak SPBU yang membandel menjual Premium kepada pembeli yang menggunakan jerigen, padahal jauh-jauh hari sudah dilakukan himbauan", tambah Tarmis. 
 
Namun, Tarmis menyatakan pihaknya tidak bis memberikan sangsi terhadap SPBU, karena hal itu adalah wewenang Pertamina.
 
"Kami tidak bisa memberikan sangsi terhadap SPBU yang masih membandel ini, karena yang bisa memberikan sangsi hanya Pertamina, pemerintah dalam hal ini Diskopdagrin hanya bisa melakukan pemantauan dan pengawasan",kata Tarmis.(PAT) 

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

loading...