Program MDA Di Kuansing Terancam, DPRD Meradang

24 Okt 2017, 09:24:44 WIB
Kuansing, Detakriaunews.com - Program Madrasah Diniyah Awaliah (MDA) yang digagas oleh Mantan Bupati Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) H.Sukarmis terancam bubar. Padahal program dengan tujuan memberantas buta aksara Al quran ini merupakan salah satu kebanggaan Kuansing dibidang keagamaan.
 
Penyebab terancamnya program MDA ini adalah belum dibayarkannya honor guru MDA terhitung sejak bulan Januari hingga Oktober 2017. 
 
"Sudah 2 minggu murid kami liburkan karena tidak ada kepastian kapan honor guru akan dibayar", ungkap Kepala MDA Fastabiqul Khairat Desa Lubuk Ambacang Kecamatan Hulu Kuantan, Kombarudin saat dikomfirmasi Selasa (24/10). 
 
Kombarudin menambahkan, sebelumnya guru MDA menerima honor sebesar Rp 1.050.000,- per tiga bulan, namun sejak bulan januari guru MDA sudah tidak menerima honor.
 
Menanggapi hal ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kuansing meradang. Dewan menyatakan tidak ada alasan Pemerintah tidak membayar honor guru MDA karena anggarannya telah tersedia dalam APBD 2017.
 
"Pemerintah harus segera mmebayar hak dari guru MDA ini, tiadak ada alasan pemerintah untuk tidak membayarkannya, karena anggaran untuk gaji guru MDA tersebut telah dianggarakan di APBD 2017", ujar Ketua Komisi A DPRD Kuansing Musliadi S.Ag. 
 
Musliadi menambahkan program MDA ini harus dijaga dan dilanjutkan oleh Pemkab Kuansing, pasalnya program ini membantu generasi muda Kuansing untuk memahami agama dan mencegah buta aksara Al quran. 
 
"Program MDA ini sangat bermanfaat bagi masa depan Kuansing,jadi harus dijaga dengan baik oleh Pemerintah. Jika program ini bubar, kita dan masa depan Kuansing akan rugi", tambah Musliadi.(PAT)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

loading...