Pulang Kampung, Rizal Ramli Disambut Ninik-Mamak Dan Tokoh Adat Minang

06 Nov 2017, 10:51:53 WIB

Detakriaunews.com - Di hadapan para ninik-mamak, para datuk, alim ulama, para penghulu adat, dan tokoh masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat, tokoh nasional Dr Rizal Ramli mendapat pertanyaan: ‘’Sebagai putra Minang apa yang telah dilakukannya  untuk tanah Minangkabau?...’’

Ternyata hati Rizal selalu terpaut kepada Minangkabau, kontribusi yang telah dilakukannya antara lain ketika jadi Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur, Rizal mencarikan dana untuk pembangunan Bandara Ketaping, Sumatera Barat, yang kini jadi Bandara Internasional Minangkabau. 

Bantuan dana didapatnya dari pemerintah Jepang, langkah lainnya pada tahun 1982 dalam kapasitas sebagai ekonom yang banyak melakukan terobosan Rizal saat menjadi Ketua Field Project Reformasi Unit Desa di BRI dengan membuat program kredit untuk pedesaan atau disebut juga sebagai Simpedes (Simpanan Dana Pedesaan) terutama dengan fokus perhatian kepada desa-desa di Sumatera Barat.

"Mungkin tidak banyak saya memberi kepada Minangkabau, tetapi hati saya selalu terpaut. Saya juga banyak di luar negeri, di forum internasional, tetapi itu semua juga untuk Minang, untuk Indonesia yang kita cintai," papar Rizal Ramli didampingi Ketua Badan Musyawarah Ninik-Mamak dan Karapatan Nagari Minangkabau, Drs Mishar Datuk Mangkuto Sapuluah, Ketua Umum MUI, Buya Gusrizal Datuk Basa Salubuak, Wakil Bupati Baso Agam, Ir Trinanda Farhan, dan tokoh terkemuka lainnya.

Yang menarik, pertemuan adat tersebut berlangsung di sebuah masjid,  Masjid Sabar Nagari Simarasok, Baso Agam, yang merupakan bangunan lama  khas Minangkabau, dalam suasana alam Minang yang permai, di dekat persawahan dan rumah-rumah perkampungan dengan latar belakang bukit hijau. 

Rizal disambut peragaan pencak silat dan tarian tradisional sambil disuguhi daun sirih dan pinang layaknya seorang Datuk  yang kembali ke kampung halaman dan disambut rasa kangen masyarakat. Lantunan salawat diiringi rebana terdengar waktu Rizal berjalan beriringan menuju masjid.

Dalam forum adat yang khidmat itu Rizal Ramli mengenangkan kembali masa kecilnya di kawasan Simpang Aru, hingga ia harus menahan kepedihan hidup karena pada usia delapan tahun telah menjadi yatim piatu dan diasuh oleh sang nenek di Bogor, Jawa Barat, kemudian berkuliah di ITB, Bandung, sekolah di Jepang, Amerika, dan menempuh banyak pengalaman internasional hingga akhirnya jadi tokoh penting di tanah air.

Wakil Bupati Baso Agam, Ir Trinanda Farhan menyebut Rizal Ramli tokoh yang bernyali dan sangat langka, reputasi dan prestasinya bukan hanya membanggakan masyarakat Minang tetapi juga Indonesia. 

Sedangkan Ketua Badan Musyawarah Ninik-Mamak dan Karapatan Nagari Minangkabau, Drs Mishar Datuk Mangkuto Sapuluah mengaku bangga dengan Rizal Ramli. Katanya, "Kalau diberikan jalan oleh Tuhan; Rizal Ramli jangan jadi wakil presiden, sebab jabatan itu pernah dijabat oleh orang Minang. Kalau Tuhan berkehendak dapat dijadikan-Nya Rizal sebagai presiden untuk memimpin Indonesia supaya lebih baik."(rmol)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

loading...