Sibuk Pencitraan, Ida Yulita Susanti Minta Plt Wako Ganti Kasatpol PP Pekanbaru

  • DRN
  • 06 Apr 2018, 17:46:18 WIB

Pekanbaru, Detakriauews.com - Hampir 3 bulan menjabat sebagai Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pekabaru, ternyata kinerja Agus Pramono mulai disorot oleh anggota DPRD Pekanbaru salah satunya adalah Ida Yulita Susanti. Legislator perempuan ini meminta Plt Walikota Pekanbaru - Ayat Cahyadi, untuk mengevaluasi kinerja Kasatpol PP Pekanbaru karena dinilai hanya sibuk dengan pencitraan diri bukan penegakan Perda.

Sebagai satuan yang diberikan kewenangan dalam penegak Peraturan Daerah (Perda) dengan melakukan action dilapangan, ternyata Kasatpol PP Pekanbaru dinilai lemah dalam melakukan penegakan Perda. Bahkan setiap kali di undang dewan untuk mengikuti rapat atau hearing, beliau selalu mengelak atau absen.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Pekanbaru, Ida Yulita Susanti menilai, kinerja dari Kasatpol PP Pekanbaru sekarang ini (Agus Pramono, red) sangat menurun jauh, jika dibandingkan dengan kinerja Kasatpol PP sebelumnya (Zulfahmi Adrian,red). Kasus yang besar didiamkan, sedangkan masyarakat kecil dan anak buah ditindak.

“Kenyataannya dilapangan, masih banyak warung remang-remang yang buka di Jalan Air Hitam hingga penertiban bangunan Hotel nakal di Jalan Riau. Berkali-kali dikasih tau, tapi tidak ada solusi. Kasatpol PP malah sibuk pencitraan, ketimbang menjalankan penegakan Perda di lapangan. Kalau masalah warung remang-remang saja tak bisa diselesaikan, apalagi masalah yang besar,” ungkap Ida kepada Detakriaunews.com, Jumat (06/04).

Ida meminta, agar Plt Walikota Pekanbaru - Ayat Cahyadi bisa mengevaluasi kinerja dari Agus Pramono sebagai Kasatpol PP Pekanbaru.

“Hotel di Jalan Riau tak selesai, giliran masyarakat kecil bangun kios pinggir jalan, kena sidak tuh sama Satpol PP. Dimana letak keadilannya, pengusaha besar yang nakal dilindugi tapi masyarakat kecil disikatnya. Kalau bisa, Pak Plt Wako tolong evaluasi kinerja Kasatpol PP Pekanbaru,” tegas Ida.

Selain kinerja, perekrutan terhadap 100 orang anggota Satpol PP baru yang telah diumumkan pada awal pekan lalu juga mulai menuai polemik, karena proses perekrutan dinilai illegal atau tidak sesuai aturan. Pihak DPRD Pekanbaru kompak, tidak akan mengaggarkan gaji bagi 100 personil baru Satpol PP Pekanbaru karena takut bermasalah dikemudian hari. BRB

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia