Ssst....Jokowi Beri Isyarat Ini Pada AHY Di Acara Rapimnas

  • DRN
  • 11 Mar 2018, 17:53:21 WIB

Detakriaunews.com - Ada pemandangan unik pada pembukaan rapat pimpinan nasional (rapimnas) Partai Demokrat yang berlangsung di Sentul International Convention Center, Bogor, Sabtu (10/3). Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi isyarat kepada Ketua Komando Satgas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk berdiri di sebelah kirinya sebelum memukul gong acara besar parpol yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Sebelum secara simbolis memukul gong untuk membuka rapimnas, Jokowi yang berdiri di panggung sempat menunggu SBY, AHY, dan Sekjen Hinca Panjaitan yang akan mendampingi prosesi itu. Awalnya, Jokowi berdiri di sebelah kiri gong. Sedangkan SBY, AHY, dan Hinca berada di sebelah kanan untuk menyaksikan prosesi.

Saat akan membunyikan gong, Jokowi menyampaikan isyarat tangan, meminta AHY berdiri di sampingnya lebih dulu. Barulah saat itu Jokowi membunyikan gong lima kali, tanda dibukanya rapimnas Partai Demokrat.

Beberapa saat sebelum itu, SBY dalam pidato politiknya juga memberikan isyarat untuk mendukung Jokowi pada Pilpres 2019.

Menurut SBY, merosotnya elektabilitas Demokrat pada Pemilu 2014 disebabkan dua hal. Pertama, adanya kader yang terseret korupsi. Kedua, keputusan untuk tidak mengajukan calon dalam pilpres. Dengan dasar itu, SBY menyatakan kesiapan Demokrat untuk bergabung bersama Jokowi pada Pemilu 2019 nanti.

"Jika Allah SWT mengizinkan, insya Allah Partai Demokrat akan senang berjuang bersama Bapak (Jokowi, Red). Apa pun namanya, apakah koalisi atau aliansi, apabila kerangka kebersamaannya tepat," ujar SBY.

SBY mengisyaratkan kesiapan bergabungnya Demokrat apabila sejumlah syarat bisa terpenuhi. Selain kerangka kebersamaan, Demokrat ingin terlibat dalam penyusunan visi Indonesia 2019-2024. Selain itu, sebuah koalisi akan berhasil, solid, dan kuat jika dilandasi saling percaya. "Mutual respect dan mutual trust. Koalisi adalah masalah hati. Partai Demokrat siap membangun koalisi seperti ini," katanya.

Presiden keenam RI tersebut juga meminta restu kepada Presiden Jokowi agar Demokrat bisa sukses dalam Pemilu 2019. Namun, Demokrat juga tidak ingin mengumbar banyak janji sebelum tercapai kesepakatan terkait koalisi.

"Insya Allah, jika masuk pemerintahan, hal-hal yang baik di pemerintahan yang dulu akan diperjuangkan. Sudah tentu, hal-hal yang baik di pemerintahan Pak Jokowi patut dipertahankan dan ditingkatkan," tutur SBY.

Tak lupa, SBY juga mendoakan Jokowi bisa menuntaskan masa bakti dengan hasil dan capaian yang sebaik-baiknya. SBY menyebut tantangan Jokowi saat ini adalah bagaimana mengelola ekonomi global. Sebab, rakyat sungguh berharap perekonomian pada tahun mendatang bisa tumbuh makin tinggi. Apa yang dialami Jokowi, kata SBY, juga dialaminya menjelang Pilpres 2009.

"Harga minyak meroket di tahun 2008. Berminggu-minggu kami tidak tidur bagaimana agar ekonomi tidak jatuh seperti 1998. Alhamdulillah, Allah menolong, harga minyak menurun dan Indonesia bisa selamat," ujarnya.

(JPC)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia