Suparman Wacanakan Ubah Julukan "Negeri Seribu Suluk" Jadi...

14 Jun 2017, 11:06:25 WIB

Detakriaunews.com, PASIRPENGARAIAN-Bupati Rokan Hulu (Rohul) H. Suparman. S.sos Msi, berencana mengubah Jargon daerahnya yang selama ini dijuluki" negeri  seribu suluk".  Jika wacana itu terealisasi, maka rohul akan memiliki julukan baru,  setelah 17 Tahun julukan "Negeri Seribu Suluk” melekat sebagai identitas Rohul hingga dikenal ke penjuru dunia. 

Wacana perubahan Julukan" Negeri Seribu Suluk” itu disampaikan Bupati Rohul Suparman, Selasa (13/6), saat menyambut Kunjungan Safari Ramadan Gubernur Riau, ke Rohul di Kediaman Dinas Bupati Rohul,Pasirpengaraian.  Dalam kesempatan tersebut,  suparman menyampaikan niatnya untuk mengubah Julukan Rohul “negeri seribu suluk” menjadi “Negeri Suluk, Berpusaka dan Hijau”. 

 

Dijelaskanya, setidaknya ada 3 alasan yang melatarbelakangi niatnya untuk mengganti Julukan "Negeri Seribu suluk" menjadi “negeri seribu suluk” menjadi “Negeri Suluk, Berpusaka dan Hijau”.

Pertama, julukan negeri seribu suluk yang selama ini disandang rohul, dinilai tidak realistis lagi dengan jumlah Surau suluk yang ada di Rohul. Pasalnya,  seribu suluk tidak sesuai mengambbarkan jumlah surau suluk yang ada di Rohul yang jumlahnya hanya 135 surau suluk. 

 

"Jadi kita ingin turunkan,  seribunya kita hilangkan dan kita pakai suluk nya saja,  dan ditambah berpusaka dan hijau."jelas bupati.

Kedua,  Julukan Negeri seribu suluk belum menggambarkan Seluruh potensi yang ada di Rohul. Karena,  selain Suluk,  Rohul juga  memiliki pusaka sejarah yang selama ini kurang dikenal masyarakat luas. Berdasarkan sejarah berdirinya, Rohul terbentuk dari gabungan 5 kerajaan besar masing-masing  kerajaan kunto,  kerajaan Rambah,  kerajaan Rokan,  kerajaan Kepenuhan dan Kerajaan Tambusai.  Tetapi karena tidak melekat dalam identitas rohul, identitas itu seolah terlupakan. 

"Jadi selain suluk,  daerah kita ini juga kaya akan sejarah,  jadi juga harus dijadikan pusaka sejarah itu sebagai jargon supaya masyarakat luar tahu potensi Kita " seru suparman. 

 Alasan Ketiga, Lanjut suparman, wacana tersebut  didasari karena Rohul memiliki potensi alam yang luar biasa,  dimana daerah ini masih memiliki hutan yang harus dilestarikan, disamping begit luasnya daerah perkebunan di daerah ini.  Diharapkan dengan jargon baru tersebut, dapat memotivasi seluruh masyarakat rohul untuk terus melestarikan alam. 

 "Dengan jargon baru ini, kita harapkan dapat mengundang perhatian dari pemerintah pusat untuk  membantu Pemkab Rohul dalam mengembangkan objek wisata yang ada di Rohul,  kita harapkan akan ada anggaran dari APBD yang masuk ke Rohul untuk Membangun sektor pariwisata yang selama ini mati suri " sebutnya. 

 Niat Bupati Rokan Hulu, mengubah Julukan Rohul sebagai negeri seribu suluk, didukung ketua Lembaga Adat melayu Riau Kabupaten Rokan Hulu, H. Zulyadaini. Namun demikian,  sebelum Wacana itu diwujudkan, Zulyadaini meminta Pemkab Rohul agar terlebih dahulu memusyawarahkanya dengan Tokoh Pendiri Rohul, Tokoh adat dan tokoh masyarakat, agar tidak terjadi Pro dan kontra.  Pasalnya, Julukan negeri seribu suluk itu, merupakan hasil konsensus dan kesepakatan seluruh tokoh rohul saat rohul dimekekarkan 17 Tahun lalu. 

"Kita mendukung niat bupati itu, apalagi Julukan suluk nya kan tidak hilang, hanya ditambah dengan berpusaka dan hijau,  tetapi lebih baiknya dimusyawarahkan dulu sehingga niat itu didukung semua komponen masyarakat"jelas Zulyadaini yang juga ketua pengurus masjid agung islamic center  itu. 

 

Ditempat terpisah, Kepala Bagian Hukum Setda Rohul Helfiskar SH.MH menyebutkan, perubahan Julukan “negeri seribu suluk” menjadi “Negeri Suluk berpusaka dan hijau” masih dimungkinkan dilakukan.  Pasalnya, sampai saat ini belum ada peraturan daerah (Perda) yang mengikat tentang itu.

"Memang Bupati terdahulu pernah mengajukan Ranperda Negeri seribu suluk Ke DPRD, dimana dalam perda itu ditegaskan bahwa Julukan Rohul "Negeri Seribu Suluk, Tapi sampai sekarang Ranperda itu belum tuntas dibahas,  dan Pemkab rohuk masih bisa merevisi kembali Ranperda Itu" jelas Helfiskar.(Adv/humas)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

loading...