Tanggulangi Stunting, Diskes Rohul Siapkan Program Jitu

  • DRN
  • 27 Feb 2018, 16:02:48 WIB

Pasir Pengaraian, Detakriaunews.com - Tim Nasional Percepatan Penanggulanga Kemiskinan Bapenas dan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menetapkan 10 Desa di Rohul, sebagai desa fokus penyelesaian angka stunting se Indonesia. Menyikapi hal itu, Pemkab Rohul telah menjadikan penanggulangan stunting sebagai program prioritas pada Tahun 2019 mendatang.

 

Stunting merupakan kekurangan gizi menahun, yang menyebabkan pertumbuhan tubuh tidak sesuai dengan berat badan. Penyebabnya karena faktor kekurangan gizi sejak hamil sampai umur 2 tahun. Generasi stunting cenderung mengalami pelemahan otak, berkurangnya kemampuan kongitif serta obesitas.

 

Sebagai salah Satu SKPD yang terlibat langsung dalam penanggulangan stunting, Diskes Rohul telah menyiapkan beberapa program mengurangi penderita stunting di negeri seribu suluk. Kepala Dinas Kesehatan Rohul, Bambang Triyono menyebutkan, pihaknya di tahun 2019 mendatang akan melakukan beberapa upaya antara lain intervensi pemberian imunisasi, pemberian tablet penambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil, pemberian obat cacing, pemberian makanan tambahan (susu dan roti) dan lain sebagainya.

 

“Harapan kita dengan upaya tersebut, remaja putri masa produktif, ibu hamil dan balita dapat ditingkatkan gizinya. Selain itu, peran dari SKPD lain khusunya dalam penyediaan air bersih dan jamban sehat juga akan sangat berpangaruh dalam penanggulangan angka stunting ini,” ungkap Bambang.

 

Selain intervensi medis, lanjut Bambang, Diskes juga akan melakukan penyuluhan intensif tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan lengkap erta melahirkan di fasilitas kesahatan. Pengaktifan dan penyadaran masyarakat, tentang arti pentingnya posyandu juga akan dilakukan sehingga pemantauan perkembangan gizi masyarakat bisa terjaga dengan baik.

 

Meski demikian, diakui Bambang, angka 26 persen penderita stunting di 10 Desa tersebut masih diatas 20 persen ambang batas wajar stunting yang disebabkan karena faktor keturunan.

 

“Kita akui, angka stunting 26 persen itu masih katagori karena faktor kekurangan gizi kroniz, bukan karena faktor keturunan,” katanya.

 

Menurut bambang, faktor yang menyebabkan stunting umumnya disebabkan karena ekonomi keluarga, kurangnya kesempatan kerja, lingkungan penyakit menular, air bersih dan pola hidup tidak sehat.

 

“Lingkungan sangat berpengaruh terkait angka stunting ini, itu makanya penanggulanganya harus dilakukan lintas sektoral,” jelasnya. AR

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia