Tercatat Ada 447 Gempa Susulan di NTB, BMKG Imbau Turis dan Warga Untuk Tak Terlalu Cemas

  • DRN
  • 10 Agu 2018, 09:30:41 WIB

NTB,Detakriaunews.com  -  Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa ada 447 gempa susulan yang terjadi di Nusa Tenggara Barat hingga Jumat (10/10/2018) pagi pukul 06.00 Wita pasca-gempa bermagnitudo 7 yang terjadi pada Minggu (5/8/2018). 

Salah satunya adalah gempa yang terjadi kemarin siang, Kamis (9/8/2018), gempa bumi bermagnitudo 6,2 mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan wilayah sekitarnya.

Gempa kali ini kembali membuat warga yang ada di tenda pengungsian maupun rumah-rumah yang masih layak dikunjungi sangat terkejut hingga berhamburan.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, pusat gempa susulan terakhir pada hari ini berada di sekitar kaki Gunung Rinjani sebelah barat, tepatnya di posisi 116,22 BT dan 8,6 LS.

Pusat gempa berada di kedalaman 12 kilometer.

"Kedalamannya dangkal. Lebih dangkal dari gempa yang bermagnitudo 7," tuturnya dalam konferensi pers di Lombok Utara, NTB, seperti ditayangkan di Kompas TV, Kamis siang.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban tewas akibat gempa bermagnitudo 7 pada hari Minggu mencapai 259 orang. 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa jumlah itu adalah perkembangan terakhir hingga Kamis sekitar pukul 17.00 WIB.

"Data ini masih akan terus bertambah mengingat Tim SAR masih menemukan korban di reruntuhan bangunan dan masih diidentifikasi, diduga korban masih berada di bawah reruntuhan bangunan yang belum dievakuasi," demikian tertulis dalam keterangan resmi dari Sutopo.

Sementara itu, Bali juga merasakan gempa yang terjadi. berikut keteranga Kepala BMKG Denpasar Melki Adi Kurniawan, di Denpasar, Jumat (10/8/2018).

"Pascagempa Lombok pada 29 Juli lalu sampai hari ini, kami terus melakukan pemantauan gempa. Dari data hasil monitoring memang kegempaan susulan semakin sering terjadi, namun kekuatannya cenderung menurun," kata Melki seperti dikutip dari Antara.

Berdasarkan pemantauan BMKG Denpasar bahwa kegempaan susulan memang semakin meningkat, namun dampaknya tidak besar seperti yang terjadi pada beberapa hari lalu.

"Karena itu, kami mengimbau wisatawan yang berlibur ke Bali dan seluruh warga setempat untuk tidak perlu terlalu cemas, karena gempa yang terjadi di Lombok tidak terlalu membawa pengaruh bagi Bali sendiri," katanya.

Ia menjelaskan kondisi di Pulau Bali tidak terpengaruh gempa susulan yang terus terjadi di Lombok, karena kondisi Pulau Dewata sendiri sampai sekarang masih aman.

Namun, dalam kondisi aman ini, BMKG Denpasar juga mengimbau kepada warga Bali dan wisatawan agar selalu tetap waspada.

 

 

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia