Terima Pencairan DBH Tahap 1, Ini Nominal Yang Masuk Awal Maret Untuk Kampar

  • DRN
  • 07 Mar 2018, 15:55:11 WIB

Detakriaunews.com, BANGKINANG- Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kampar mencatat APBD 2018 baru terserap sekitar 10 persen lebih hingga triwulan pertama.

Sebelumnya, APBD Murni disahkan sebesar Rp. 2,2 triliun lebih.‎

"(serapan APBD) Baru 10 persen lebih. Masih untuk gaji-gaji aja," ungkap Kepala BPKAD Kampar, Edward, Rabu (7/3/2018).

Realisasi kurang lebih Rp. 200 miliar digunakan untuk membayar gaji dan Tunjangan Tambahan Penghasilan (TPP) Aparatur Sipil Negara.

Gaji ASN tiga bulan sudah dibayar.

TPP untuk Januari dan Februari baru dicairkan awal Maret.

Menurut Edward, masalahnya terletak pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Administrasi permintaan pencairan lama diajukan OPD," kata Edward. Ini mengakibatkan pencairan TPP tidak dilakukan serentak. "Mana OPD yang administrasinya lengkap, langsung dicairkan," tambahnya.

Kembali ke serapan APBD, Edward mengklaim masih baik dibandingkan tahun lalu dalam periode yang sama.

Menurut dia, tahun lalu, serapan lebih lamban karena APBD Murni 2017 baru disahkan 31 Januari 2017.

"Masih normallah. Lebih baik dari tahun lalu. APBD tahun lalu kan, telat disahkan," ujar Edward.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan kabar gembira untuk keuangan Kampar.

Penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Tahap I dari Pemerintah Pusat telah diterima.

DAK yang bersumber dari Migas, PBB Migas dan lainnya itu sebesar Rp. 100 miliar lebih.

DBH masuk ke rekening kas daerah Kampar pada awal Maret lalu.

"Daerah lain malah belum pencairan (DBH). Kita masih yang tercepat," pungkas Edward. (*)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia