Transaksi Gaya Baru, Shabu Dibarter Dengan Solar

  • DRN
  • 07 Des 2017, 14:22:55 WIB

Detakriaunews.com -  Sepak terjangnya di bisnis narkoba membuat Muhammad Arsyad (61), warga Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, harus berurusan dengan BNN Provinsi Kalimantan Timur. Meski pernah meringkuk di penjara, Arsyad seolah tidak jera. Dia mencoba cara baru, mengedarkan sabu tidak menggunakan uang melainkan barter dengan BBM solar.

Peran Arsyad sebagai pengedar di kawasan perairan laut Muara Kembang, di Muara Jawa, sangat sentral. Dia menjadi cukup disegani sekaligus ditakuti masyarakat setempat lantaran sudah bolak balik masuk penjara.

Namun warga yang gerah dengan sepak terjangnya tidak tinggal diam. Warga bekerja sama dengan BNN agar bisnis sabu Arsyad yang sudah sangat meresahkan bisa dihentikan.

"Dia (Arsyad) ini jadi sentral peredaran narkoba. Masyarakat di perairan Muara Kembang, kalau perlu sabu, arahnya ke Arsyad," kata Kabid Pemberantasan BNN Provinsi Kalimantan Timur AKBP Halomoan Tampubolon, dalam keterangan resmi dia di kantornya, Jalan Rapak Indah, Kamis (7/12).

Cukup lama BNN mengamati gerak gerik Arsyad. Hingga akhirnya, petugas berhasil melakukan penyamaran dan meringkusnya, Senin (4/12) malam lalu, sekitar pukul 20.00 Wita.

"Jadi, orang-orang yang memerlukan narkoba jenis sabu, tidak mesti menggunakan uang. Arsyad ini, melayani transaksi dengan barteran BBM solar. Karena memang karakter wilayah Muara Kembang ini di perairan, dan juga di sekitarnya areal perkebunan," ujar Tampubolon.

Dari catatan tindak kriminalnya, Arsyad merupakan residivis atas kasus kepemilikan senjata tajam, dan juga kasus narkotika. "Bukan lagi pemain baru di bisnis narkoba ini," ungkap Tampubolon.

Warga mengapresiasi langkah BNN meringkus Arsyad dengan barang bukti antara lain 0,23 gram sabu. Meskipun barang bukti tidak begitu banyak, tapi plastik pembungkus sabu yang disita petugas sangat banyak.

"Setelah kita tindak Arsyad, respons masyarakat baik sekali dan senang, sampai menggelar syukuran," ungkap Tampubolon.

Selain Arsyad, BNN juga meringkus teman Arsyad, IP (26) yang diduga turut membantu menjalankan bisnis haram Arsyad. Secara keseluruhan, BNN juga meringkus 3 terduga pengedar lainnya, yang dibekuk pada 27 November 2017 di area kawasan Pasar Segiri Samarinda, dan juga di hari yang sama, Senin (4/12) siang hari sekira pukul 13.00 Wita.

"Jadi kita amankan ada 5 orang terduga pengedar. Mulai dari 27 November dan dua kali penindakan di hari Senin itu. Kami tentu tidak akan berhenti, terus bergerak. Terlebih lagi, ini menjelang pergantian tahun baru," ucap Tampubolon.(suara)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia