Utang Negara Membengkak, Warga Malaysia Lakukan Pengumpulan Dana

  • DRN
  • 28 Mei 2018, 10:49:49 WIB

Detakriaunews.com - Seorang aktivis hukum asal Malaysia bernama Nik Shazarina Bakti beberapa waktu yang lalu mengajak sesama warga Negeri Jiran untuk berdonasi dan membantu membayar utang negara. Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guan Eng, pada Kamis (24/5) akhirnya memaparkan secara detail bahwa negaranya memiliki utang hingga mencapai 1 triliun Ringgit Malaysia atau setara US$ 250 miliar. Wow, banyak banget ya!

Laman Bloomberg edisi Kamis kemarin mengutip pernyataan Perdana Menteri Mahathir Muhammad yang menyebut angka utang yang diungkap pada pekan lalu justru jauh lebih besar dibandingkan yang pernah disampaikan di era pemerintahan Najib Tun Razak. Salah satu alasannya karena negara menjamin akan melakukan pembayaran bagi beberapa perusahaan, salah satunya 1MDB. Padahal, perusahaan investasi itu tengah diselimuti skandal korupsi yang diduga melibatkan Najib. 

Nah, Shazarina tergerak untuk melakukan pengumpulan dana dan membantu meringankan beban pemerintah. Ia melakukan pengumpulan dana dengan menggunakan platform gogetfunding.com. 

Bagi Shazarina, upaya ini bukan cuma untuk melakukan pengumpulan dana yang nantinya akan ia serahkan ke pemerintah, tetapi juga menyatukan kembali semangat warga Negeri Jiran. 

"Yang terhormat seluruh warga Malaysia, apakah kalian masih ingat ketika para pendiri negara ini memberikan perhiasan, uang dan benda-benda berharga sehingga Tunku (Abdul Rahman) dan pemerintah memiliki dana yang cukup untuk berangkat ke London dan mengklaim kemerdekaan?," tulis Shazarina di akun itu. 

"Mari kita lakukan lagi," katanya lagi. 

Penasaran sudah berapa banyak dana yang terkumpul dan apa respons dari sesama warga Malaysia mengenai upayanya itu?

1. Insiatif Shazarina mendapat respons yang positif bahkan sudah didengar oleh PM Mahathir.

Shazarina berusia 27 tahun dan merupakan mahasiswa pasca sarjana hukum dari Universitas London. Saat ini, ia bekerja sebagai staf di bidang hukum di Sisters in Islam (SIS). 

Di platform gogetfunding.com, ia menulis awal mula menggerakan kampanye ini hanya karena ingin berniat baik dan membantu Pemerintah Malaysia. 

"Saya percaya, saya sebagai seorang aktivis bekerja demi kebaikan sesama umat manusia," katanya. 

Ia mengajak sesama warga Malaysia untuk ikut berpartisipasi sehingga nantinya mereka dapat menceritakan itu kepada anak dan cucu mereka kelak. 

"Kalian dapat menceritakan kembali kalau kalian sudah turut serta untuk menyelamatkan Negaraku Malaysia," katanya lagi. 

Semua hasil uang yang sudah terkumpul, kata Shazarina, akan diserahkan langsung ke Kementerian Keuangan. Ia pun mengucapkan terima kasih karena insiatif positifnya itu telah menjadi viral. Bahkan, PM Mahathir dan Menkeu sudah mendengar inisiatif tersebut. 

2. Shazarina berjanji gak akan mencuri uang publik yang sudah dikumpulkan

Ia gak menutup mata banyak yang berkomentar nyinyir dan meragukan niat baiknya dalam membantu pemerintah. Itu sebabnya, ia menegaskan berulang kali kalau uang yang terkumpul akan diserahkan langsung kepada Kementerian Keuangan. 

"Saya tidak akan mencuri uang ini. Saya membuat laman ini sebagai medium untuk melakukan penggalangan dana. Saya tahu kalau saya orang asing, tapi percayalah saya gak akan mencuri uang yang sudah terkumpul," kata dia. 

Sebagai bentuk transparansi, Shazarina berjanji akan memuat laporan keuangan dari akun PayPal. Ketika nantinya ia serahkan dana tersebut ke Kementerian Keuangan, ia juga akan mengunggah bukti transfernya. 

Namun, hal lain yang sempat menjadi tanda tanya dari netizen yakni mengapa untuk membayar utang negara, harus menggunakan uang rakyat. Hal itu disampaikan oleh pemilik akun bernama Demure MC. 

"Hallo, sebelum kita semua melakukan penggalangan dana, mari coba berpikir rasional. Satu-satunya yang harus membayar ini semua adalah tim kleptocracy. Sebelum mereka dinyatakan bangkrut, maka berhenti membuat rakyat semakin menderita, hingga mereka bisa mengembalikan aset-aset dari luar negeri," tulis akun tersebut. 

Komentar lainnya dari netizen yakni mereka meminta agar pengumpulan dana bisa dilakukan melalui bank umum biasa. Sayangnya, Shazarina hanya membuka pengumpulan dana menggunakan fasilitas PayPal saja.

3. Sejauh ini uang yang terkumpul sudah mencapai Rp48 juta

Walau banyak menimbulkan pro dan kontra, namun penggalangan dana ini terus berjalan dan ditanggapi cukup responsif. Dari data yang diunggah Shazarina pada Sabtu (26/5), dana yang terkumpul mencapai 13.437,27 Ringgit Malaysia atau setara Rp 48 juta. Itu bersumber dari 93 peserta. 

Rencananya Shazarina akan membuka penggalangan dana hingga 31 Juli. Targetnya, ia berharap bisa mengumpulkan US$ 100 ribu atau setara Rp.1,3 miliar. (IDN time)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia