Vape Lebih Baik daripada Rokok? Salah!

  • DRN
  • 07 Agu 2018, 09:00:08 WIB

Detakriaunews.com  - Banyak orang beralih menggunakan vape atau rokok elektrik karena percaya kandungannya lebih aman dibanding rokok kretek biasa. Meskipun banyak yang bilang lebih aman untuk kesehatan, bahaya rokok elektrik juga belum tentu lebih ringan daripada rokok biasa.

Contohnya, rokok tembakau diketahui bisa bikin gigi jadi kuning. Kalau vape bikin gigi kuning juga atau tidak? Vape adalah rokok elektrik yang mengeluarkan uap air, bukan asap seperti rokok kretek. Menurut penelitian, vape terbilang tidak lebih sehat daripada rokok kretek.

Ini karena di dalam vape tetap terkandung nikotin dan zat kimia lain. Nikotin adalah zat yang bisa membuat otak kecanduan terhadap senyawa lainnya. Selain itu, rasa yang dimiliki oleh vape juga mengandung karsinogen dan bahan kimia beracun, antara lain zat formaldehida dan asetaldehida.

Umumnya, ada empat kandungan yang terdapat di dalam cairan vape atau rokok elektronik. Pertama ada propilen glikol atau gliserin. Gliserin ini berfungsi untuk memproduksi uap air. Kedua ada nikotin. Nikotin pada vape ditemukan dalam jumlah yang yang berbeda-beda, biasanya sekitar 0-100 mg/ml dalam satu rokok elektrik.

Lalu, ada penambah rasa. Rasa yang ditawarkan cukup banyak. Misalnya rasa cokelat, vanili, buah-buahan, dan lainnya. Ini yang membuat rokok elektrik atau vape banyak diminati karena sensasi rasanya yang beragam. Terakhir ada tobacco-specific nitrosamine (TSNA). Ini adalah senyawa karsinogen yang ditemukan dalam tembakau dan rokok tembakau.

Nitrosamin juga ditemukan dalam vape meskipun dalam jumlah yang sedikit. Perlu diketahui, semakin tinggi kadar nikotin di dalam rokok, semakin tinggi juga kadar TSNA. Selain TSNA, juga ditemukan kandungan senyawa logam seperti kromium, nikel, dan timah biasa.

Benarkah merokok vape bikin gigi kuning?  Ya, benar. Di dalam kandungan rokok vape tetap terdapat zat nikotin dari tembakau yang sama seperti di kandungan rokok kretek biasa.

Salah satu efek nikotin pada rokok vape adalah bisa membuat perubahan pada warna gigi. Kandungan nikotin dan tar pada tembakau bisa menempel pada email gigi dan menyebabkan gigi kuning dalam waktu yang singkat.

Merokok, baik vape maupun rokok tembakau, juga dipastikan bisa mengubah warna gigi menjadi kuning lewat penelitian yang dimuat dalam jurnal BMC Public Health. Penelitian ini melibatkan sampel sebanyak 6.000 orang dewasa di Inggris. Peneliti mewawancarai orang yang merokok dan yang tidak merokok.

Lalu peneliti mencocokkan seberapa sering mereka merokok dan perubahan warna giginya. Hasilnya, dua puluh delapan persen perokok melaporkan mengalami perubahan warna gigi sampai 15 persen lebih cepat dan warnanya lebih kuning daripada yang tidak merokok.

Menguningnya warna gigi ini tetap disebabkan oleh kandungan nikotin dalam rokok tersebut.

Bahaya vape untuk kesehatan, selain bikin gigi kuning.

Mengonsumsi vape atau rokok elektrik lainnya yang mengandung nikotin bisa menimbulkan masalah kesehatan mulut yang serius. Salah satu masalah kesehatan mulut yaitu menimbulkan stres oksidatif dan berdampak pada peradangan atau kerusakan DNA di dalam tubuh.

Stres oksidatif ini bisa menyebabkan penuaan dini akibat stres dan adanya peradangan pada pada epitel gingiva (jaringan pada gusi), yang dapat menyebabkan penyakit mulut.

Selain itu, masuknya nikotin dalam tubuh dapat berdampak negatif terhadap perkembangan otak. Orang yang kecanduan menggunakan rokok elektrik bisa mengalami gangguan kognitif dan perilaku, termasuk berdampak pada ingatan dan perhatian mereka terhadap suatu hal. Efek nikotin pada otak manusia bisa berdampak dalam jangka panjang. (KOMPAS.com)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia