Wakil Rakyat Aja Pakai BPJS Kesehatan, Kenapa Anda Tidak?

  • DRN
  • 05 Des 2017, 14:22:33 WIB
Pekanbaru, Detakriaunews.com – Meski sudah hampir 3 tahun berjalan, ternyata masih ada masyarakat yang belum bergabung menjadi peserta BPJS Kesehatan karena berbagai macam alasan. Padahal sesuai dengan amanat Undang-undang SJSN, pada tahun 2019 nanti seluruh masyarakat Indonesia wajib bergabung menjadi peserta BPJS Kesehatan tanpa terkecuali.
 
Meski telah gencar melakukan sosialisasi ke pelosok daerah sekalipun, ternyata masih ada warga yang masih belum mengurus kartu BPJS Kesehatan. Padahal, untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan sangat mudah dan banyak cara yang bisa ditempuh seperti menggunakan aplikasi JKN Mobile pada smart phone, menghubungi care center 1-500-400, menggunakan jasa drop box pada sejumlah kecamatan atau datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan terdekat.
 
Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru yang membidangi masalahan sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan dan sosial kemasyarakatan, Zulfan Hafiz mengatakan, bergabung menjadi peserta BPJS Kesehatan sangat mudah dan banyak manfaat yang didapat. Jangan sampai ketika sudah sakit, baru sibuk mengurus kepersertaan BPJS Kesehatan karena biaya yang dikeluarkan untuk berobat melalui jalur pasien umum cukup besar alias mahal.
 
“Masalah pelayanan kesehatan merupakan hal yang paling sensitif, jangan sampai ada perbedan antara pengguna asuransi komersil dan BPJS Kesehatan. Semua kita mendapatkan hak yang sama kok, termasuk peserta BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Pekanbaru untuk segera bergabung menjadi peserta BPJS Kesehatan, karena banyak manfaat yang diperoleh. Selain masyarakat umum, pejabat daerah termasuk juga anggota dewan memang diwajibkan untuk bergabung mejadi peserta BPJS Kesehatan. Jadi masyarakat tidak perlu malu atau minder, jika menggunakan kartu BPJS Kesehatan saat berobat karena kami juga memilikinya,” ungkap Zulfan Hafiz kepada Detakriaunews.com, Selasa (05/12) siang.
 
Zulfan menambahkan, bagi masyarakat yang tidak mampu juga tidak perlu cemas dan takut karena mereka tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis dari pemerintah, melalui program Jamkesda yang sudah terintegrasi dengan program JKN-KIS yakni BPJS Kesehatan. Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat, terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi serba kekurangan atau warga tidak mampu.
 
“Pada tahun 2017 lalu, Pemerintah Kota Pekanbaru telah mengintegrasikan 42 ribu orang pasien Jamkesda ke BPJS Kesehatan dengan anggaran senilai Rp 9 miliar lebih. Sedangkan pada tahun 2018 nanti, telah disiapkan anggaran sekitar Rp 18,3 miliar melalui Dinas Kesehatan Pekanbaru untuk mengintregrasikan sebanyak 60 ribu peserta Jamkesda ke BPJS Kesehatan,” beber Zulfan.
 
Selain itu, Pemerintah Kota Pekanbaru juga akan membenahi sejumlah Puskesmas dan Rumah Sakit baik dari segi sarana dan prasarana serta mutu pelayanan yang diberikan. Hal ini bertujuan, agar peserta BPJS Kesehatan merasa aman dan nyaman ketika berobat atau saat mendapatkan pelayanan kesehatan dari Faskes dan Rumah Sakit rujukan. BRB

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia