Warga Mengeluh, Kondisi Jalan Di Koto Gasib Berlumpur

  • DRN
  • 22 Mei 2018, 09:22:35 WIB

SIAK, Detakriaunews.com - Rusaknya jalan penghubung di tiga kampung yakni Kampung Buatan II, Buatan I dan Teluk Rimba, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak belakangan ini terus dikeluhkan warga yang melewatinya. Hampir 1 km jalan penghubung tiga kampung itu berlumpur.

Kondisi ini tidak pernah diharapkan Pemkab Siak sejak lama. Namun masyarakat perlu tahu, kenapa jalan itu hingga kini kondisinya kian memprihatinkan dan harus segera dilanjutkan pembangunannya oleh PT Musimas sesuai dengan kesepakatan atau MoU yang ditandatangani dengan Pemkab Siak tahun 2014.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tarukim Kabupaten Siak Irving Kahar saat dikonfirmasi Detakriaunews.com menyebutkan bahwa pembangunan jalan penghubung tiga kampung di Koto Gasib itu merupakan sharing budged Pemkab Siak dengan PT Musimas tahun 2014.

"Dalam kesepakatan bersama antara kedua belah pihak ini jalan Buatan II menuju Buatan I san Teluk Rimba itu yang menjadi tanggungjawab Pemkab Siak 1 km dan PT Musimas 2,2 km," kata Irving Kahar, Selasa (22/5/2018).

Pengerjaan jalan tersebut oleh Pemkab Siak melalui Dinas PU Tarukim sudah dimulai tahun 2015 hingga tuntas, sedangkan PT Musimas baru mulai tahun 2016 sepanjang 1 km dan rencananya tahun 2017 dilanjutkan lagi 1,2 km.

"Pekerjaan jalan dari PT Musimas yang 1 km tahun 2016 itu selesainya tahun 2017. Dan itu pun 700 meter di antaranya hancur karena pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT Musimas tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan oleh PU Tarukim Siak," kata Irving menjelaskan.

Ironisnya lagi, PT Musimas malah tidak mau melanjutkan pekerjaan jalan sepanjang 1,2 km lagi dengan alasan anggaran jalan tersebut akan digunakan untuk perbaikan jalan sepanjang 700 meter yang rusak berat pada pembangunan tahap pertama.

Namun Dinas PU Tarukim Siak menolak permintaan PT Musimas itu. Dengan alasan PT Musimas harus menyelesaikan sisa pekerjaan yang 1,2 Km lagi belum disentuhnya serta memperbaiki juga jalan yang sudah dibangun 1 km, tapi rusak berat sepanjang 700 meter.

"Pihak PT Musimas melalui saudara Erwin ingin melakukan serah terima yang sepanjang 1 km kepada PU, saya tak mau menerimanya. Bahkan mereka minta alihkan dana pengerjaan jalan 1,2 km lagi untuk perbaikan jalan yang rusak, kami juga tidak mau," sebut Irving lagi.

Menurut Irving, PT Musimas tetap harus melaksanakan MoU yang sudah ditandatangani, karena dalam kesepakatan itu masyarakat Kecamatan Koto Gasib juga mengetahuinya.

"Jadi sebenarnya yang ingkar itu adalah PT Musimas, bukan Pemda Siak yang tak perhatian dengan kondisi jalan tersebut. Sudah selayaknya PT Musimas membangun jalan tersebut sesuai dengan kesepakatan awal, sebab masyarakat sudah lama menunggu," tutur Irving.(GoRiau.com)

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia