Warisan Minangkabau "Adu Kabau" Yang Kini Kian Punah

10 Sep 2017, 09:42:55 WIB

Padang, Detakriaunews.com-Dulunya permainan ini hanya berfungsi sebagai hiburan, dan ajang bagi peternak kerbau untuk unjuk kebolehan peliharaannya.Kerbau merupakan salah satu hewan yang akrab dengan kehidupan masyarakat Minang. Bahkan kerbau atau kabau disematkan di belakang nama Minang menjadi Minangkabau.

Penggabungan kata tersebut ternyata erat kaitannya dengan kemenangan masyarakat dalam adu kerbau. Ini menjadi bukti bahwa memang adu kerbau adalah tradisi leluhur orang Minang. Permainan adu kerbau diperkirakan berasal dari wilayah luhak nan tuo (Luhak Tanah Datar).

Permainan anak nagari ini biasanya dilakukan di lapangan terbuka. Dulunya permainan ini hanya berfungsi sebagai hiburan, dan ajang bagi peternak kerbau untuk unjuk kebolehan peliharaannya. Kerbau yang menang di gelanggang biasanya membawa nasib baik pada pengembala.

Selain harga kepalanya semakin tinggi, pemilik kerbau akan mendapat kehormatan di tengah masyarakat. Lain halnya dengan kuda pacuan yang memang dikhusukan untuk pacuan, bukan kuda beban.

Kerbau yang digunakan untuk aduan adalah kerbau yang sehari-hari digunakan untuk mengolah sawah--tidak dikhususkan untuk aduan. Kerbau pun dipilih yang jantan, dan bertenaga kuat. Jantan, adalah satu-satunya syarat untuk kerbau aduan.

Tidak ada kelas berdasarkan umur dan berat badan. Asalkan sudah didaftarkan, kerbau akan diadu dengan kerbau manapun yang terpilih menjadi lawannya. Permainan adu kerbau biasanya dipimpin oleh seorang penengah yang disebut Juaro.

Setelah para pemilik menggiring kerbaunya masing-masing ke gelanggang, mereka kemudian hanya diberi waktu sedikit untuk menyemangati jagoannya. Kemudian nasib kerbau ditentukan oleh seberapa kuat tandukannya. Kerbau yang saling berhadap-hadapan akan saling dorong, saling menanduk.

Ditambah dengan gemuruh penonton dan teriakan semangat dari pemilik kerbau kemudian membuat kerbau aduan semakin beringas dan saling menanduk. Permainan akan berakhir ketika salah satu kerbau mundur. Kemenangan tidak ditentukan oleh wasit, tetapi oleh kerbau itu sendiri.

Biasanya kerbau yang kalah akan lari dari gelanggang. Pemenang akan mendapatkan hadiah berlipat ganda, termasuk hormat dari penonton gelanggang dan harga kerbaunya yang melambung tinggi.

Namun, sayangnya adu kabau kini kian ditinggalkan. Sebab praktik ini sarat dengan perjudian.

Sumber : Wonderfulminagkabau .com

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

loading...