Bahas Ranperda Kenaikan Tarif PJJ, Dian Sukheri : Jumlah PPJ Kecil, Tagihan PJU Besar

  • DRN
  • 02 Okt 2018, 12:53:43 WIB

Pekanbaru, Detakriaunews.com - Panitia Khusus (Pansus) 1 DPRD Pekanbaru menggelar rapat kerja terkait pembahasan Ranperda Pajak Penerangan Jalan Umum dan Ranperda CSR Perusahaan, Selasa (02/10). Agenda rapat kali ini, masih seputar diskusi dan tanya jawab tentang Pajak Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Pajak Penerangan Jalan (PPJ).

Rapat kerja Pansus 1 yang dipimpin oleh Ketua Pansus - Dian Sukheri ini, dihadiri oleh perwakilan dari BPKAD, Bappeda, Bapenda dan Dinas Perhubungan Pekanbaru. Selain itu, juga hadir Wakil Ketua Pansus 1 - Hotman Sitompul serta anggota Pansus lainnya seperti Dapot Sinaga, Nofrizal, Pangkat Purba, Nofrizal, Desi Susanti dan Zulfan Hafiz. 

Ketua Pansus 1 DPRD Pekanbaru, Dian Sukheri mengatakan, ada 2 pembahasan yang dibahas yakni Pajak Penerangan Jalan (PPJ) berasal dari pelanggan PLN atau rumah masyarakat. Sedangkan Pajak Jalan Umum (PJU), ditagih PLN kepada Pemko Pekanbaru karena pemasangan lampu jalan. 

"Jadi sejak bulan Juni 2018, jumlah tagihan PJU dari PLN tidak seimbang dengan jumlah PPJ yang dikutip Pemko Pekanbaru kepada masyarakat. Kondisi ini, membuat Pemko Pekanbaru mengalami defisit karena harus menutupi atau menalangi jumlah tagihan PLN yang membengkak," ungkap Dian kepada Detakriaunews.com, Selasa (02/10).

Rencananya, kenaikan Pajak Penerangan Jalan Umum akan menggunkan prinsip keadilan. Dimana, untuk pelanggan rumah tangga dan gedung sosial pajaknya tetap 6 persen namun untuk pelaku industri dan perusahaan pajaknya naik menjadi 10 persen. 

Jika Perda PPJ disahkan, maka Pekanbaru berpotensi mendapatkan pemasukan tambahan sebesar Rp 54 miliar per tahun dari yang sebelumnya cuma Rp 106 miliar menjadi Rp 160 miliar. Berdasarkan data dari PLN cabang Pekanbaru, total pelanggan di Pekanbaru berjumlah sebanyak 477.100 pelanggan. 

Sementara itu, berbicara mengenai Pajak Jalan Umum (PJU) maka berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Pekanbaru, terdapat sekitar 41.332 titik lampu jalan yang terpasang di Pekanbaru. Jumlah ini terdiri dari lampu jalan meterisasi sebanyak 9.583 titik, sedangkan non neterisasi berjumlah 31.749 dengan daya yang bervariasi. 

Agar jumlah pembayaran PJU ke PLN yang berjumlah Rp 12,8 miliar per bulan berkurang, maka diusulkan penggantian bola lampu jalan umum (LED, red) diseluruh Pekanbaru sehingga bisa menekan jumlah tagihan ke angka Rp 5 miliar per bulan. Ini artinya, Pemko Pekanbaru bisa menghemat pengeluaran pembayaran PJU sebesar Rp 7,8 miliar per bulan.

Rapat kerja ini di skorsing sementara dan akan dilanjutkan pada Senin (08/10) mendatang, dengan agenda diskusi lanjutan untuk menyepakati kebijakan yang dibuat. Selanjutnya, Tim Pansus 1 DPRD Pekanbaru juga berencana untuk mengundang pihak PLN cabang Pekanbaru sebelum Perda tersebut disahkan. BRB

 

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia