BBPOM Pekanbaru Sosialisasikan Aksi "Ayo Buang Sampah Obat” di Area CFD

  • DRN
  • 01 Sep 2019, 08:30:44 WIB

Pekanbaru, Detakriaunews.com - Dalam rangka menyukseskan aksi nasional pemberantasan obat dan penyahgunaan obat, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makan atau BBPOM di Pekanbaru menggelar acara “Ayo Buang Sampah Obat” bertempat di area Car Free Day Jalan Sudirman - Pekanbaru, Ahad 01/09. Melalui kesempatan ini, masyarakat mendapatkan sosialisasi dan edukasi tentang tata cara pembuangan atau pemusnahan obat kadaluarsa.

Kegiatan sosialisasi Ayo Buang Sampah Obat di Pekanbaru, diawali dengan acara senam sehat bersama BBPOM Pekanbaru, Ikatan Apoteker Indonesia cabang Riau, Ikatan Farmasi Riau, BNN Riau, kalangan mahasiswa dan masyarakat. Aksi Ayo Buang Sampah Obat ini, dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Riau - Edy Natar Nasution, serta dihadiri oleh Kepala BBPOM Pekanbaru - Mohamad Kashuri.

Kepala BBPOM Pekanbaru, Mohamad Kashuri mengungkapkan, kegiatan Ayo Buang Sampah Obat ini dilaksanakan serentak pada 15 Provinsi di Indonesia termasuk Riau. Dimana, ada sebanyak 100 apotik dan kader di Pekanbaru yang ikut bergabung dalam aksi Ayo Buang Sampah Obat bersama BBPOM Pekanbaru. 

"Kegiatan ini dilaksanakan serentak pada 15 Provinsi di Indonesia, pada ajang Car Free Day di masing-masing daerah. Ada sekitar 100 apotik dan kader yang bergabung, ini merupakan jumlah peserta terbanyak yang dilibatkan untuk aksi Ayo Buang Sampah Obat. Kita merasa cukup bangga, karena bisa dijadikan sebagai pilot project untuk Indonesia. Masyarakat Riau akan kita ajak, tentang tata cara pembuangan atau pemusnahan obat kadaluarsa. Mereka juga bisa menyerahkan langsung obat-obat tersebut, pada sejumlah apotik yang sudah kita ditunjuk” ungkap Kahsuri kepada Detakriaunews.com, Ahad 01/09.

Sementara itu, Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution mengatakan, sekarang ini marak terjadinya peredaran kasus obat ilegal dan palsu yang dimanfaatkan oleh segelintir oknum tidak bertanggungjawab, untuk meraih keuntungan. Pemerintah Provinsi Riau juga gencar melakukan peredaran gelap narkotika, melalui pembentukan Satgas P4GN guna melindungi masyarakat terutama generasi muda Riau.

"Melalui kegiatan Ayo Buang Sampah Obat ini diharapkan, bisa memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pembuangan limbah obat kadaluarsa. Jangan sampai, obat kadaluarsa malah didaur ulang dan dijual kembali ke masyarakat, ini kan sangat berbahaya. Masyarakat juga harus jeli ketika membeli obat, lihat tanggal kadaluarsanya, lihat perusahaan yang memproduksinya dan lihat kemasannya. Kalau ada yang aneh, balikin atau minta ganti obatnya,” beber Edy Natar.

Nantinya, seluruh obat yang terkumpul melalui aksi Ayo Buang Sampah Obat ini, akan dimuasnahkan secara massal oleh BBPOM Pekanbaru melalui prosesdur yang baik dan benar tanpa merusak lingkungan. BRB

Ingin mengirimkan Berita atau Photo menarik di sekeliling anda? kirim Email ke alamat : detakriaunews@gmail.com atau redaksi@detakriaunews.com
( harap cantumkan data diri anda ).

Hosting Unlimited Indonesia